Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Pemanfaatan Tur Formosa Circus Art (FOCA) Sebagai Alat Diplomasi Budaya Oleh Taiwan Pada 2019-2022

Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan keberhasilan kebijakan Taiwan dalam memanfaatkan sirkus FOCA (Formosa Circus Art) sebagai bentuk soft power atau diplomasi publik melalui kebudayaan. Melalui diplomasi ini, Taiwan dipandang berupaya menunjukan perbedaan budaya antara China dan Taiwan sekaligus menegaskan bahwa Taiwan merupakan negara merdeka dan terlepas dari One China Policy. Dengan menggunakan paradigma liberalisme, peneliti menjabarkan keberhasilan dari pemanfaatan FOCA oleh Taiwan melalui pengukuran empat indikator yang terkandung dalam teori diplomasi kebudayaan yaitu pengakuan, hegemoni, persahabatan, dan penyesuaian. Berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data secara kualitatif, pemanfaatan FOCA sebagai instrumen penyebaran pengaruh dan eksistensi Taiwan dinilai belum efektif meskipun secara ekonomi berdampak positif pada peningkatan investasi asing. Di satu sisi, FOCA memang membantu Taiwan membangun hubungan persahabatan diplomatik dan beradaptasi dalam pergaulan internasional. Akan tetapi FOCA belum mampu mencapai tujuan dasar diplomasi Taiwan yaitu pengakuan, mengingat pengakuan kedaulatan dari negara lain terus berkurang. Selain itu, perilaku Taiwan yang berfokus pada melepaskan diri dari bagian China juga menyebabkan tujuan hegemoni dari diplomasi tidak mampu diraih. Terlepas dari upaya pemerintah Taiwan yang belum optimal, pandemi COVID-19 juga berpengaruh besar pada menurunnya performa FOCA sebagai agen diplomasi kebudayaan.

Kata kunci: diplomasi kebudayaan, soft power, Formosa Circus Art, One China Policy
Annisa Badriyah - Personal Name
118105078 - Annisa Badriyah
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2023
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...