Aspek-Aspek Manusia dalam Perspektif Fazlur Rahman
Dewasa ini manusia telah banyak dijadikan objek penelitian oleh beberapa akademisi. Bahkan manusia menjadi perbincangan hangat di setiap babak kehidupan oleh filsuf. Itu artinya tema mengenai manusia selalu relevan dan menarik untuk di kaji lebih lanjut. Dalam agama Islam keputusan Tuhan untuk menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi memang mengundang problem dikalangan para malaikat. Tema-tema pembicaraan Al-Qur’an mengenai berbagai kehidupan manusia merupakan bimbingan Tuhan secara langsung. Islam mengajarkan bagaimana menghargai akal melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah seorang tokoh Muslim yang membahas mengenai tema manusia ialah Fazlur Rahman. Analisis terhadap kelebihan yang dimiliki manusia merupakan hasil pemahamannya terhadap Al-Quran. Berdasarkan ayat 30-33 Surat Al-Baqarah dan Surat Al-Ahzab ayat 72 yang berbicara tentang penyerahan amanah Allah kepada manusia. Rahman mengungkapkan bahwa ayat-ayat tersebut menunjukkan adanya potensi dan kemungkinan tertentu yang hanya dapat direalisasikan manusia dan tidak dapat dilaksanakan oleh makhluk yang lain. Secara konkret hanya umat manusia yang mampu berprestasi dan membangun dunia dan kehidupan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan corak studi pustaka (library research), dengan menggunakan berbagai macam sumber seperti, buku, jurnal yang membahas tentang manusia modern serta pemikiran Fazlur Rahman ataupun tulisan lain yang berkaitan dengan penelitian. Konsep manusia Rahman dimulai dengan melakukan kategorisasi antara manusia dengan makluk lainnya. Dalam hal ini Rahman mengkategorisasi manusia dengan para jin dan malaikat. Selain itu Rahman memandang manusia cenderung kepada sifat dhaif atau kepicikan dan qatr atau kesempitan akal. Keduanya merupakan sebuah kelemahan dari sifat manusia yang menyebabkan dosa besar. Dengan begitu Rahman merujuk pada moral sebagai usaha manusia dalam menyeimbangkan sifat tersebut agar tidak condong secara ekstrim pada satu sisi. Oleh sebab itu manusia modern menurut Rahman merupakan manusia yang kuat secara iman dengan basis wahyu dan cerdas secara akal dengan basis intelektual. Manusia modern Rahman berfokus pada modernisasi Muslim yang fideistik. Rahman merupakan seorang pembaharu yang memberikan porsi ajaran proporsional mengenai kebutuhan manusia pada wahyu dan rasio secara kolektif. Pandangan-pandangannya juga sangat berpengaruh dalam modernisasi peradaban Islam yang tidak anti-barat tanpa menjadi barat. Ia seseorang yang fenomenal dan pandangan-pandangannya sangat berpenaruh di dunia Islam, khususnya di Indonesia dengan mewarnai pokok pemikiran Nur Cholis Madjid, Ach. Syafii Maarif dan Amin Rais.
Kata Kunci : Manusia, Modernitas, Fazlur Rahman, Pendidikan, Rasionalisme.
Kata Kunci : Manusia, Modernitas, Fazlur Rahman, Pendidikan, Rasionalisme.
Asrun - Personal Name
118104011 - Asrun
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2022
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...