Gambaran Faktor-Faktor Yang Membentuk Penerimaan Diri Pada Dewasa Madya Tunadaksa
Semua makhluk yang ada di muka bumi ini ingin dilahirkan secara sempurna, dengan adanya kesempurnaan berarti tidak ada kendala fisik maupun mental. Namun pada penyandang tunadaksa yang sudah kehilangan salah satu atau beberapa anggota tubuhnya, akan dapat menghambat individu dalam melakukan aktivitas sehari-hari (Didno, 2016). Hambatan bagi tunadaksa dapat menimbulkan efek secara psikologis bagi penderitanya, salah satunya penerimaan diri. Penerimaan diri yang sering dimunculkan pada penyandang tunadaksa ialah rasa malu atau rendah diri dengan keterbatasan yang dialaminya (Virlia and Wijaya, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran faktor-faktor yang membentuk penerimaan diri pada penyandang tunadaksa. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan bentuk studi kasus. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori Hurlock (2008) yang membahas faktor-faktor dalam membentuk penerimaan diri. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor-faktor yang membentuk penerimaan diri pada subyek ZA (penyandang tunadaksa) diantaranya pemahaman diri, harapan yang realistis, tidak ada hambatan dari lingkungan, sikap sosial yang positif, tidak ada gangguan emosional stres yang berat, pengaruh keberhasilan, identifikasi dengan orang yang memiliki penyesuaian diri yang baik, pola asuh yang baik pada masa kanak-kanak, dan konsep diri yang stabil.
Kata kunci: Penerimaan diri, Tunadaksa, Dewasa Madya
Daftar Pustaka: 29 (1975-2018)
Kata kunci: Penerimaan diri, Tunadaksa, Dewasa Madya
Daftar Pustaka: 29 (1975-2018)
Almira Azalia - Personal Name
115107001 - Almira Azalia
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2022
Jakarta
239 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...