Pengembangan Media Online Daerah Melalui Inkubator Bisnis (Studi Kasus Program 1001 Startup Media Online di kumparan)
Perkembangan akses internet yang pesat dan semakin luas, telah menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi, melalui berkembangnya model-model bisnis baru yang disebut ekonomi digital. Studi perusahaan digital raksasa yakni Google bersama BUMN Singapura, Temasek, dan Bain & Company mengungkapkan, Indonesia menjadi salah satu negara utama selain Vietnam, yang memiliki pertumbuhan dan prospek ekonomi digital tertinggi di dunia. Media online adalah satu dari empat sektor usaha ekonomi digital dengan pertumbuhan paling pesat, selain e-commerce, travel online, dan transportasi online. Pesatnya pertumbuhan bisnis media online ini, terjadi di tengah ekosistem digital Indonesia yang belum matang, serta infrastruktur yang terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengembangan media online di daerah melalui konsep inkubator bisnis dan kolaborasi. Penelitian yang dilakukan merupakan studi kasus terhadap program ‘1001 Startup Media Online’ di kumparan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Temuan penelitian mengungkapkan, dari 36 media online daerah yang menjadi peserta program, ada sebanyak 25 yang berhasil melewati tahapan pra-inkubasi dan masih bertahan di tahapan inkubasi. Penelitian ini memiliki implikasi teoretis pada model bisnis kolaborasi ‘sharing’. Sedangkan implikasi praktisnya, menunjukkan konsep inkubator bisnis dan kolaborasi bisa menekan potensi kegagalan pembentukan media online di daerah dan menghindarkan risiko kerugian bisnis.
Kata kunci: Internet, Ekonomi Digital, Inkubator Bisnis, Startup, Media Online
Kata kunci: Internet, Ekonomi Digital, Inkubator Bisnis, Startup, Media Online
Mas Wendiyanto Saputro - Personal Name
219112010 - Mas Wendiyanto Saputro
Tesis PMM
Indonesia
Universitas Paramadina
2022
Jakarta
135 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...