Analisis Keberlanjutan Dana Haji: Pengaruh Subsidi Biaya Haji dari Nilai Manfaat Jemaah Tunggu
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, biaya penyelenggaraan ibadah haji aktual mengalami kenaikan yang konsisten, sedangkan kenaikan biaya haji yang dibebankan kepada calon jemaah haji relatif terbatas. Hal tersebut menyebabkan selisih antara jumlah setoran jemaah dan biaya haji aktual melebar dan mendorong kenaikan kebutuhan subsidi atau bantuan haji yang berasal dari nilai manfaat jemaah tunggu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pengelolaan keuangan haji melalui analisis dampak subsidi terhadap keberlanjutan dana haji dari persepektif keuangan. Keberlanjutan dana haji digambarkan sebagai kemampuan keuangan haji untuk terus dapat memenuhi kewajiban masa depan kepada calon jemaah haji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengelolaan dan pengkuran keberlanjutan dana haji.
Hasil penelitian menemukan bahwa besarnya subsidi dari nilai manfaat jemaah haji tunggu jumlahnya terlalu besar dan melebihi kapasitas dana haji, hasil investasi yang dihasilkan dari pengelolaan masih belum optimal dan belum dapat mencukupi biaya haji aktual dengan skema subsdi saat ini, dan kenaikan kuota haji dapat berdampak langsung pada peningkatan kewajiban yang berimplikasi pada peningkatan risiko keberlanjutan dana haji di masa depan. Selain itu hasil penelitian juga menemukan adanya kenaikan setoran jemaah dapat berimplikasi positif terhadap keberlanjutan dana haji. Rekomendasi yang diberikan untuk menjaga keberlanjutan dana haji diantaranya dengan meningkatkan hasil investasi dana haji melalui pengelolaan investasi yang lebih optimal, mendorong adanya formulasi kebijakan subsidi biaya haji, meningkatkan literasi kepada jemaah haji, dan meningkatkan transparansi pengelolaan dana haji.
Kata kunci: keberlanjutan keuangan, dana haji, biaya haji, BPKH, subsidi
Hasil penelitian menemukan bahwa besarnya subsidi dari nilai manfaat jemaah haji tunggu jumlahnya terlalu besar dan melebihi kapasitas dana haji, hasil investasi yang dihasilkan dari pengelolaan masih belum optimal dan belum dapat mencukupi biaya haji aktual dengan skema subsdi saat ini, dan kenaikan kuota haji dapat berdampak langsung pada peningkatan kewajiban yang berimplikasi pada peningkatan risiko keberlanjutan dana haji di masa depan. Selain itu hasil penelitian juga menemukan adanya kenaikan setoran jemaah dapat berimplikasi positif terhadap keberlanjutan dana haji. Rekomendasi yang diberikan untuk menjaga keberlanjutan dana haji diantaranya dengan meningkatkan hasil investasi dana haji melalui pengelolaan investasi yang lebih optimal, mendorong adanya formulasi kebijakan subsidi biaya haji, meningkatkan literasi kepada jemaah haji, dan meningkatkan transparansi pengelolaan dana haji.
Kata kunci: keberlanjutan keuangan, dana haji, biaya haji, BPKH, subsidi
Dyah Puspita Rini - Personal Name
220111010 - Dyah Puspita Rini
Tesis PMM
Indonesia
Universitas Paramadina
2022
Jakarta
156 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...