Resakralisasi Alam Dalam Pemikiran Seyyed Hoseein Nasr
Skripsi ini berjudul resakralisasi alam dalam pemikiran Seyyed Hosseiin Nasr. Penelitian ini dilatar belakangi oleh hilangnya kualitas alam yang semulanya sudah disakralisasi oleh Yang Sakral itu sendiri. Hilangnya kualitas sakral alam berawal dari terjadinya desaraklisasi pengetahuan yang berlangsung di Eropa pada masa renainssance yang melahirkan rasionalisme dan menyatakan bahwa segala sumber pengetahuan berasal dari ratio atau akal, sedangkan pengetahuan yang bersumber dari wahyu dan intelek dikesampingkan. Pada puncaknya terjadi desakralisasi alam, dan alam kehilangan makna sakralnya. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah kualitatif dengan corak studi pustaka (library research), yaitu mengamati sumbersumber primer dan sekunder dalam bentuk buku maupun artikel dan jurnal terkait dengan Seyyed Hossein Nasr, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan filosofis.
Resakralisasi alam adalah istilah tersendiri yang dikemukakan Nasr sebagai upaya untuk memperbaiki peradaban modern. Resakralisasi alam hanya bisa dilakukan melalui agama dalam bentuk tradisionalnya sebagai repositori suci, sebagai sarana untuk menuju Yang Suci. Hanya agama, filsafat tradisional yang diambil dari sumber spiritual, metafisik, yang dapat mengungkapkan relativitas manusia dalam Prinsip Ilahi, dan tidak menuntut jenis relativisme yang begitu lazim di dunia modern.
Kesimpulan dari skripsi ini adalah konsep resakralisasi alam sebagai jawaban untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup adalah upaya transformasi dalam diri manusia yang telah hidup di pinggir lingkaran eksistensi untuk kembali kepada Pusat eksistensi hingga mencapai kualitas sakral alam. Metode pelaksanaan resakralisasi alam sangat relevan dengan keadaan kehidupan manusia zaman sekarang. Keadaan hidup manusia yang berusaha meninggalkan dimensi spiritualitasnya, ternyata menimbulkan masalah-masalah baru dan lahirnya berbagai jenis penyakit yang tidak dapat diatasi. Oleh karena itu, konsep resakralisasi alam berhasil menyentuh inti persoalan manusia modern, yaitu menghubungkan kembali manusia dengan Pencipta-Nya. Resakralisasi alam tidak hanya diperuntukkan untuk satu kelompok agama saja, tetapi kepada seluruh umat manusia yang ingin berperan untuk mengatasi krisis lingkungan hidup. Panduan agama-agama tradisional dikemukakan oleh Nasr sebagai jalan untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam dan juga dengan Tuhan. Dalam tradisi Islam, metode pelaksanaannya bisa ditemukan dalam tasawuf atau sufisme.
Kata Kunci: Resakralisasi alam, Agama, Tasawuf, Modernisme, Rasionalisme, Tradisi.
Daftar Pustaka: 39 (1993 – 2022)
Resakralisasi alam adalah istilah tersendiri yang dikemukakan Nasr sebagai upaya untuk memperbaiki peradaban modern. Resakralisasi alam hanya bisa dilakukan melalui agama dalam bentuk tradisionalnya sebagai repositori suci, sebagai sarana untuk menuju Yang Suci. Hanya agama, filsafat tradisional yang diambil dari sumber spiritual, metafisik, yang dapat mengungkapkan relativitas manusia dalam Prinsip Ilahi, dan tidak menuntut jenis relativisme yang begitu lazim di dunia modern.
Kesimpulan dari skripsi ini adalah konsep resakralisasi alam sebagai jawaban untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup adalah upaya transformasi dalam diri manusia yang telah hidup di pinggir lingkaran eksistensi untuk kembali kepada Pusat eksistensi hingga mencapai kualitas sakral alam. Metode pelaksanaan resakralisasi alam sangat relevan dengan keadaan kehidupan manusia zaman sekarang. Keadaan hidup manusia yang berusaha meninggalkan dimensi spiritualitasnya, ternyata menimbulkan masalah-masalah baru dan lahirnya berbagai jenis penyakit yang tidak dapat diatasi. Oleh karena itu, konsep resakralisasi alam berhasil menyentuh inti persoalan manusia modern, yaitu menghubungkan kembali manusia dengan Pencipta-Nya. Resakralisasi alam tidak hanya diperuntukkan untuk satu kelompok agama saja, tetapi kepada seluruh umat manusia yang ingin berperan untuk mengatasi krisis lingkungan hidup. Panduan agama-agama tradisional dikemukakan oleh Nasr sebagai jalan untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam dan juga dengan Tuhan. Dalam tradisi Islam, metode pelaksanaannya bisa ditemukan dalam tasawuf atau sufisme.
Kata Kunci: Resakralisasi alam, Agama, Tasawuf, Modernisme, Rasionalisme, Tradisi.
Daftar Pustaka: 39 (1993 – 2022)
Yanter Bahri - Personal Name
119104002 - Yanter Bahri
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2022
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...