Analisis Reaksi Pasar Modal Indonesia Terhadap Pelaksanaan Program Vaksinasi Massal Covid-19
Upaya pemerintah mengendalikan penyebaran virus Covid-19 melalui program vaksinasi massal pada mulanya berdampak positif terhadap saham-saham sub industri farmasi. Pada pekan pertama Januari 2021, harga saham sub industri farmasi meningkat luar biasa. Namun ketika program vaksinasi massal resmi dilaksanakan pada 13 Januari 2021, saham-saham sub industri farmasi justru terjun bebas hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB). Penurunan tersebut mendorong IHSG turun ke posisi 5.862, setelah sebelumnya sempat menembus batas psikologis di posisi 6.000 pada pembukaan perdagangan 2021. Menggunakan pendekatan event study (studi peristiwa), penelitian ini bertujuan melihat sejauh mana pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 mempengaruhi perubahan harga saham-saham sub industri farmasi. Abnormal returns serta trading volume activity jadi parameter utama buat membaca respons pasar modal atas kejadian yang terjalin. Lama riset selama 95 hari terdiri atas 84 hari( ditaksir), serta 11 hari pemantauan, yang dibagi atas 5 hari sebelum( t- 1 hingga t- 5), 1 hari kejadian( t- 0), serta 5 hari sehabis( t+1 hingga t+5). Sampel yang digunakan merupakan saham- saham di BEI yang tercatat masuk dalam sub industri farmasi( F211). Hasil riset berkesimpulan terdapat perbedaan pada abnormal returns serta trading volume activity, sebelum maupun setelah penerapan vaksinasi massal Covid-19.
Kata kunci: pasar modal, study event, vaksinasi Covid-19
Kata kunci: pasar modal, study event, vaksinasi Covid-19
Edy Burmansyah - Personal Name
219112001 - Edy Burmansyah
Tesis PMM
Indonesia
Universitas Paramadina
2021
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...