Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Diplomasi Ekonomi Ekspor Sawit Indonesia-Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Pada Masa Pandemi Covid-19 (Periode Penelitian 2020-2021)

Pandemi berhasil memberikan dampak penurunan ekonomi di berbagai sektor termasuk ekspor produk Indonesia ke negara lain. Salah satu produk andalan yang diekspor Indonesia adalah Sawit karena menjadi penyumbang ekspor terbesar. Sedangkan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebagaimana diketahui menjadi importir minyak sawit terbesar kedua dari Indonesia setelah India. Hubungan antara Indonesia-Republik Rakyat Tiongkok (RRT) baru-baru ini dipayungi oleh perjanjian Comprehensive Strategic Partnership. Sehingga penelitian ini akan menjelaskan bagaimana diplomasi ekonomi dalam perjanjian Comprehensive Strategic Partnership pada ekspor Sawit Indonesia-Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berdampak di masa pandemi dan bagaimana dampak perjanjian Comprehensive Strategic Partnership pada ekspor Sawit Indonesia Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berdampak bagi perekonomian Indonesia. Paradigma yang digunakan yaitu liberalisasi dengan pendekatan diplomasi ekonomi. Periode penelitian hanya dibatasi ke dalam tahun 2020 hingga 2021. Hasilnya menunjukkan bahwa di masa pandemi covid-19, perjanjian Comprehensive Strategic Partnership ternyata berdampak positif bagi ekspor sawit Indonesia-Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Meskipun sempat mengalami penurunan ekspor pada tahun 2020 jika dibanding dengan tahun 2019. Pada tahun 2020 di mana tahun tersebut terjadi karantina wilayah yang berakibat pada kegiatan perjalanan dan transportasi mengalami penurunan dan pembatasan pergerakan orang dan moda transportasi, yang menyebabkan peningkatan biaya transportasi dan terganggunya kegiatan perdagangan. Namun, dengan adanya Comprehensive Strategic Partnership, ekspor Sawit Indonesia pada tahun 2021 terjadi percepatan pemulihan. Selain itu, Di masa pandemi covid-19, perjanjian Comprehensive Strategic Partnership pada ekspor sawit Indonesia-Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ternyata berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. Hal itu diketahui bahwa sawit merupakan salah satu komoditas ekspor non migas yang mengalami akselerasi pemulihan di masa pandemi. Devisa dari ekspor minyak sawit dan produk olahannya juga berhasil berkontribusi menciptakan surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar US$5,5 miliar pada periode yang sama. Nilai devisa tersebut telah menempatkan industri sawit sebagai penyumbang devisa terbesar dibanding sektor industri nasional lainnya.

Kata Kunci: Diplomasi Ekonomi, Kelapa Sawit, Comprehensive Strategic Partnership, Ekspor Indonesia-Republik Rakyat Tiongkok (RRT)
Rina Dwihana Fitriani - Personal Name
219131012 - Rina Dwihana Fitriani
Tesis PMH
Indonesia
Universitas Paramadina
2022
Jakarta
xii + 64 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...