Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Gambaran Regulasi Emosi Kognitif (Cognitive Emotion Regulation) Ibu Yang Memiliki Anak Kembar Identik dengan Diagnosa ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)

Berdasarkan DSM V (2013), ADHD adalah gangguan perkembangan saraf yang diartikan sebagai gangguan tingkat perhatian, disorganisasi, dan atau hiperaktif-impulsivitas yang muncul sebelum usia 12 tahun. Menurut Garnefski dan Kraiij (2006 dalam Rahmah Dian, Fahmie Areif 2019) secara umum strategi regulasi emosi dibagi menjadi dua jenis yaitu secara teoritis strategi yang „lebih adaptif‟ yaitu problem focused (positif refocusing, positive reappraisal, putting into perspective, refocus on planning dan acceptance) Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian ilmiah yang bertujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks sosial secara ilmiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti (Herdiansyah, 2010). Strategi regulasi emosi kognitif yang muncul pada subjek adalah terdapat enam regulasi emosi kognitif yaitu menyalahkan diri sendiri (self blame), menyalahkan orang lain (blame others), fokus pada perencanaan (refocus on planning), fokus pada hal yang positif (positive refocusing), ruminasi atau fokus pada pikiran (rumination or focus on thought), dan penilaian positif (positive reappraisal). Kemudian CER yang tidak muncul adalah penerimaan (acceptance), fokus pada perspektif (focus on perspective) dan keterpurukan (catastrophizing). Terdapat tujuh regulasi emosi kognitif yang dilakukan oleh subjek dalam meregulasi emosi kognitifnya yaitu menyalahkan diri sendiri (self blame), menyalahkan orang lain (blame others), fokus pada perencanaan (refocus on planning), fokus pada hal yang positif (positive refocusing), ruminasi atau fokus pada pikiran (rumination or focus on thought), dan penilaian positif (positive reappraisal) dan penerimaan (acceptance) dan terdapat dua regulasi emosi kognitif yang tidak muncul pada subjek yaitu fokus pada perspektif dan keterpurukan (catastrophizing).
Adinda Cyntia Yunica - Personal Name
118107077 - Adinda Cyntia Yunica
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2021
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...