Peran United Nation High Commissioner for Refugees (UNHCR) Terhadap Pengungsi Suriah Pasca Kejatuhan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) (Maret 2019 – Maret 2020)
Skripsi ini membahas mengenai peran UNHCR dalam menangani permasalahan pengungsi Suriah akibat konflik yang terjadi berkepanjangan. Konflik Suriah menjadi semakin buruk karena adanya jihadis ISIS. Metodologi yang digunakan dalam menganalisa permasalahan ini adalah metode pengumpulan data sekunder dengan deskriptif analitis. Kemudian, dalam menganalisa permasalahan tersebut, penulis menggunakan paradigma Neo-Liberalisme dengan menggabungkan teori dan konsep yang merupakan turunan dari neo-liberalisme seperti konsep Peran Organisasi Internasional, dan konsep Humanitarian Aid. Hasil temuan dari penelitian ini antara lain; Pertama, peran UNHCR dalam menangani pengungsi Suriah pasca kejatuhan ISIS pada Maret 2019 – Maret 2020 dalam beberapa programnya seperti Regional Refugee and Resilience Plan (3RP) 2019-2020, Winterization Program in Syria, dan pengaplikasian program tersebut terhadap lima host-countries, seperti Turki, Lebanon, Jordania, Irak, dan Mesir. Kedua, terdapat hambatan terhadap program-program UNHCR terhadap pengungsi Suriah pasca ISIS kalah secara teritorial, sehingga penerapan program UNHCR belum berjalan secara efektif.
Kata Kunci: UNHCR, ISIS, Suriah, Pengungsi, 3RP, Humanitarian Aid, Peran
Organisasi Internasional
Kata Kunci: UNHCR, ISIS, Suriah, Pengungsi, 3RP, Humanitarian Aid, Peran
Organisasi Internasional
Satrio Wibowo Adwiputra - Personal Name
113105067 - Satrio Wibowo Adwiputra
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2020
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...