Upaya Indonesia Dalam Memenuhi Pilar Pasar Tunggal dan Berbasis Produksi Masyarakat Ekonomi ASEAN (Periode 2015-2019)
Fenomena internasional di dunia kontemporer tidak lepas dari unsur kajian Ekonomi Politik Internasional (EPI) khususnya pada masalah integrasi ekonomi. Integrasi ekonomi dapat menjadi manfaat terhadap negara-negara dalam wilayah geografis yang sama untuk mengurangi bahkan menghilangkan tarif dan hambatan non-tarif guna melancarkan arus barang atau jasa serta faktor produksi suatu negara dengan negara lainnya. Salah satu bentuk kebijakan ASEAN dalam integrasi ekonomi adalah meciptakan komunitas Masyarakat Ekonomi ASEAN dengan cetak birunya yang berkomitmen untuk menghapus hambatan perdagangan, melancarkan arus jasa, investasi, serta arus pergerakan tenaga kerja yang di rangkum dalam prinsip pasar tunggal dan berbasis produksi. Komitmen tersebut mendorong Indonesia sebagai salah satu pemimpin ASEAN untuk menciptakan upaya demi memenuhi tujuan MEA. Hal ini sesuai dengan teori konvergensi yang memiliki asumsi bahwa negara akan mendorong kebijakan domestik agar memiliki kebijakan yang bersifat kolektif dengan negara lain agar dapat menciptakan integrasi ekonomi. Namun tidak semua upaya Indonesia terhadap integrasi ekonomi terpenuhi secara maksimal karena tidak semua prinsip dalam pasar tunggal dan berbasis produksi sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia.
Cetak Biru MEA sendiri sudah berjalan sejak tahun 2015, maka penelitian ini bertujuan untuk memberikan evaluasi terhadap upaya yang telah dilakukan Indonesia dalam memenuhi tujuan dari MEA serta hambatannya dalam upaya memenuhi pilar tersebut. Evaluasi dalam penelitian ini berfokus pada pilar pertama MEA atau yang disebut sebagai Pasar Tunggal dan Berbasis Produksi karena bagian tersebut merupakan hal yang mendasar untuk Integrasi Ekonomi ASEAN. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian deskriptif-analitis terhadap perolehan data sekunder sebagai data dari penilitian ini.
Kata Kunci: Masyarakat Ekonomi ASEAN, Indonesia, Kepentingan Nasional, Integrasi
Ekonomi Regional
Daftar pustaka: (24 buku, 25 jurnal, 32 laporan, 23 website) (1975-2020).
Cetak Biru MEA sendiri sudah berjalan sejak tahun 2015, maka penelitian ini bertujuan untuk memberikan evaluasi terhadap upaya yang telah dilakukan Indonesia dalam memenuhi tujuan dari MEA serta hambatannya dalam upaya memenuhi pilar tersebut. Evaluasi dalam penelitian ini berfokus pada pilar pertama MEA atau yang disebut sebagai Pasar Tunggal dan Berbasis Produksi karena bagian tersebut merupakan hal yang mendasar untuk Integrasi Ekonomi ASEAN. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian deskriptif-analitis terhadap perolehan data sekunder sebagai data dari penilitian ini.
Kata Kunci: Masyarakat Ekonomi ASEAN, Indonesia, Kepentingan Nasional, Integrasi
Ekonomi Regional
Daftar pustaka: (24 buku, 25 jurnal, 32 laporan, 23 website) (1975-2020).
Muhammad Fadhil - Personal Name
116105037 - Muhammad Fadhil
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2020
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...