Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Upaya Diplomasi Indonesia Terhadap Malaysia di Sektor Wisata Halal ( 2016-2018)

Halal Tourism Indonesia atau Pariwisata Halal Indonesia merupakan brand yang kini tengah gencar dikampanyekan oleh pemerintah untuk mendukung promosi pariwisata Indonesia. Halal Tourism Indonesiadiharapkan memberikan impact yang cukup besar dalam mempermudah diplomasi Indonesia dalam menjangkau negara-negara dengan populasi Muslim di dunia. Konsep pariwisata sendiri berkembang dan memunculkan pariwisata syariah yang telah menjadi tren di masyarakat dunia, hal tersebut seiring dengan ekonomi Islam yang menjadi bagian penting dalam ekonomi global saat ini. Indonesia berusaha mempromosikan halal tourism yang dimilikinya ke dunia internasional. Hal ini dilakukan dengan mengikuti World Halal Tourism yang dilaksanakan di Abu Dhabi pada tahun 2016. Indonesia berhasil meraih 12 penghargaan dari total 16 kategori. Keunikan potensi inilah yang menjadi daya tarik pariwisata Indonesia. Perbedaan suku, bahasa, adat, dan agama yang justru menjadikan perbedaan itu menjadi berwarna dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan adanya hal tersebut dapat menarik perhatian masyarakat dunia untuk berkunjung dan mau mengenal lebih jauh tentang Indonesia. Sebagai salah satu institusi resmi negara yang berperan sekaligus bertanggung jawab menangani bidang pariwisata, Kementerian Pariwisata memegang peran penting dan bertugas dalam pengembangan pariwisata Indonesia. Mereka meganggap konsep halal ini hanya sebagai nilai tambah bagi hotel dan ketersediaan alkohol menjadi salah satu pertimbangan yang vital. Dominasi tamu western yang non Muslim membuat kebutuhan akan minuman alkohol tidak mungkin dihilangkan. Dengan interpretasi yang seperti itu, dari sisi marketing, mereka tidak terlihat memiliki ambisi apa-apa. Imbasnya, nilai tambah itu tidak melahirkan tantangan tersendiri untuk ditaklukan. Hal ini juga terkait dengan diabaikannnya identitas Muslim para staf. Pihak staf terutama yang berada di dapur sudah lama menginginkan konsep halal untuk diimplementasikan, tapi selama bertahun-tahun keinginan mereka tidak diwujudkan karena hotel lebih mendahulukan kebutuhan para tamu. Perbedaan interpretasi di atas menimbulkan proses implementasi yang bervariasi di setiap departemen. Implementasi kebijakan wisata halal di hotel ditempatkan pada tiga bidang: kamar, restoran dan ruang publik. Restoran adalah departemen yang paling disorot karena skeptisme tentang kehalalan suatu produk mencakup tiga hal yaitu sertifikasi, logo dan keterangan bahan makanan yang digunakan.

Kata kunci: Diplomasi publik, Wisata Halal, Parawisata, Persaingan, Promosi, Indonesia Daftar pustaka: 5 Buku( 2010-2017) ,22 jurnal, 41 website
Muhammad Insan Perdana - Personal Name
114105047 - Muhammad Insan Perdana
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2020
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...