Peningkatan Kapabilitas Militer Tiongkok Pada Masa Pemerintahan Hu Jintao Serta Respon Jepang Terhadapnya (2007-2012)
Dalam skripsi ini membahas mengenai peningkatan kapabilitas militer Tiongkok serta respon negara Jepang terhadapnya. Kebangkitan Tiongkok sebagai salah satu negara yang memiliki pengaruh besar di dunia dan dibarengi dengan usahanya untuk terus meningkatkan kekuatan militernya telah memberikan dinamika tersendiri bagi sistem internasional, tidak terkecuali pada tatanan wilayah kawasan yang mencakup beberapa negara. Jepang, sebagai negara yang memiliki kedekatan tersendiri dengan Tiongkok baik secara historis maupun georgrafis merasa berkepentingan untuk melakukan respon terhadap peningakatan kapabilitas milter Tiongkok. Hal ini didasari akibat dari muculnya kekhawatiran yang Jepang rasakan terhadap kemanan serta kedaulatan negaranya.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif analitis. Kemudian, dalam menganalisa permasalahan dalam penelitian ini, penulis menggunakan paradigma neorealisme dengan menggabungkan teori dan konsep yang
merupakan turunan dari paradigma neorealisme, yaitu strategi hedging, military expenditure, dan persepsi keamanan.
Pada penelitian ini ditemukan bahwa upaya pemerintah Tiongkok untuk meningkatkan kapabilitas militernya, bertujuan agar memberikan efek kejut bagi dunia internasional
sehingga akan tercipta security dilemma yang pada dasarnya digunakan Tiongkok untuk membangun kooperasi dengan negara-negara sekitarnya termasuk dengan Jepang. Akan tetapi pada sisi yang berbeda, Jepang merespon sinyal kekhawatiran tersebut dengan melakukan balancing dan engagement terhadap kekuatan Tiongkok dengan melakukan strategi hedging yang berdasar pada kebijakan untuk meningkatkan kemampuan militernya serta melakukan kerjasama pertahanan dengan beberapa negara yaitu, Amerika Serikat, India, dan Australia.
Kata Kunci: Tiongkok, Jepang, Kapabilitas Militer, Security Dilemma, Strategi Hedging
Daftar Pustaka: 13 Buku (1991-2014), 69 Jurnal Online(1978-2016), 23 Dokumen dan laporan (2003-2012), 3 Artikel Berita Online dan Website (2010-2013).
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif analitis. Kemudian, dalam menganalisa permasalahan dalam penelitian ini, penulis menggunakan paradigma neorealisme dengan menggabungkan teori dan konsep yang
merupakan turunan dari paradigma neorealisme, yaitu strategi hedging, military expenditure, dan persepsi keamanan.
Pada penelitian ini ditemukan bahwa upaya pemerintah Tiongkok untuk meningkatkan kapabilitas militernya, bertujuan agar memberikan efek kejut bagi dunia internasional
sehingga akan tercipta security dilemma yang pada dasarnya digunakan Tiongkok untuk membangun kooperasi dengan negara-negara sekitarnya termasuk dengan Jepang. Akan tetapi pada sisi yang berbeda, Jepang merespon sinyal kekhawatiran tersebut dengan melakukan balancing dan engagement terhadap kekuatan Tiongkok dengan melakukan strategi hedging yang berdasar pada kebijakan untuk meningkatkan kemampuan militernya serta melakukan kerjasama pertahanan dengan beberapa negara yaitu, Amerika Serikat, India, dan Australia.
Kata Kunci: Tiongkok, Jepang, Kapabilitas Militer, Security Dilemma, Strategi Hedging
Daftar Pustaka: 13 Buku (1991-2014), 69 Jurnal Online(1978-2016), 23 Dokumen dan laporan (2003-2012), 3 Artikel Berita Online dan Website (2010-2013).
Alvita Alifdiany - Personal Name
113105011 - Alvita Alifdiany
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2020
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...