Kerjasama Perdagangan Indonesia-Korea Selatan Dalam Kerangka AKFTA (2007-2012)
Skripsi ini membahas tentang Dampak Perjanjian AKFTA terhadap Kerjasama Dagang Indonesia – Korea Selatan (2007-2012) dimana pada tahun 2007 Perjanjian AKFTA ini mulai diberlakukan. Di dalam teori perdagangan bebas pemerintah melakukan kebijakan dengan tidak melakukan diskriminasi terhadap impor atau mengganggu ekspor, salah satunya dengan menurunkan atau menghapuskan pajak impor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis berdasarkan data-data kualitatif dan kuantitatif tentang perdagangan kedua negara dengan analisis daya saing dan analisis partisipasi dalam Global Value Chain (GVC). Berdasarkan hasil penelitian penulis bahwa terkait implementasi kerjasama perdagangan komoditas antara Indonesia dan Korea Selatan dalam skema AKFTA, baik dari sisi ekspor maupun impor selama periode 2007 sampai dengan 2012 setiap tahunnya hampir selalu mengalami kenaikan. Indonesia mengalami surplus perdagangan atas Korea Selatan. Di sisi lain bahwa industri unggulan kedua negara relative tidak sama, hal ini terlihat dari komoditas perdagangan kedua negara yang cenderung berbeda namun bersifat saling melengkapi. Hal tersebut terjadi karena disebabkan oleh adanya faktor pedukung seperti peran organisasi regional ASEAN dan terdapat manfaat yang dihasilkan dari skema penurunan ataupun pembebasan tarif terhadap barang ekspor dan impor melalui Perjanjian Perdagangan Bebas AKFTA.
Kata Kunci : Indonesia, Korea Selatan, Neoliberilsme, Perdagangan Bebas, AKFTA
Daftar Pustaka : 10 Buku, 10 Jurnal, 15 Laporan, 5 Skripsi, 5 Website
Kata Kunci : Indonesia, Korea Selatan, Neoliberilsme, Perdagangan Bebas, AKFTA
Daftar Pustaka : 10 Buku, 10 Jurnal, 15 Laporan, 5 Skripsi, 5 Website
Hafiz Hairullah - Personal Name
116205001 - Hafiz Hairullah
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2020
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...