Perancangan Ulang Identitas Visual UMKM Limbah Kain Perca "Arrtme"
Memanfaatkan limbah kain perca sebagai bahan baku utama perancangan aneka kerajinan ternyata dapat menjadi salah satu peluang bisnis. Limbah kain tersebut dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual dengan kerajinan sulam kain perca. Salah satu pengrajin kain perca yang menjadikannya sebagai bisnis usaha adalah “Arrtme”. “Arrtme” merupakan sebuah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kerajinan tangan. Usaha ini sangat menonjolkan kerajinan sulam kain perca yang bahannya merupakan hasil sisa dari pabrik-pabrik garmen sebagai komoditasnya. “Arrtme” saat ini sudah memiliki identitas visual yang digunakan pada produknya, akan tetapi identitas visual “Arrtme” saat ini belum dapat mencerminkan visi, misi dan citra dari brand “Arrtme” yaitu sebagai brand kerajinan sulam kain perca yang ramah lingkungan, peduli dengan pemberdayaan perempuan dan memiliki produk yang beragam jenisnya. Tahun ini bertepatan dengan 10 tahun perjalanan bisnis kerajinan sulam kain perca oleh Endah Sutjihati, melalui brand “Taqqia Craft” hingga “Arrtme” dapat menjadi momentum perubahan identitas visual “Arrtme”. Perancangan ulang identitas visual “Arrtme” diharapkan dapat menghasilkan identitas visual yang sesuai dengan visi, misi, dan citra brand “Arrtme” sebagai brand kerajinan sulam kain perca ke dalam bentuk Graphic Standard Manual (GSM) yang dapat menjadi acuan penerapannya ke dalam berbagai bentuk media turunan.
Kata Kunci : Identitas Visual, Kerajinan Sulam Kain Perca, Arrtme
Kata Kunci : Identitas Visual, Kerajinan Sulam Kain Perca, Arrtme
Yuninda Riska Ramdah - Personal Name
117201006 - Yuninda Riska Ramdah
Skripsi PDV
Indonesia
Universitas Paramadina
2020
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...