Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Kritik Jean Baudrillard Tentang Budaya Konsumerisme (Culture of Consumerism)

Penyusunan skripsi ini dilatarbelakangi oleh gaya hidup masyarakat kapitalisme global melalui proses globalisasi sehingga melahirkan budaya komsumsi. Perkembangan teknologi telah membuat aktifitas konsumsi mengalami pergeseran dimana pada awalnya hanya sebagai kebutuhan biologis, kini menjadi sebuah “tanda” sebagai identitas yang ingin diperlihatkan pada publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kritik Jean Baudrillard tentang budaya konsumsumerisme, serta memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai budaya konsumsi dan perkembangannya.
Perkembangan budaya konsumsumerisme yang terjadi merupakan contoh dari kondisi masyarakat postmodern, dimana masyarakat postmodern lebih memilih untuk mengkonsumsi objek berdasarkan simbolik dan nilai tanda barang dibanding pemanfaatan nilai guna. Dampak budaya konsumsi tidak dapat dihindari sehingga masyarakat semakin konsumtif dan memandang apa yang dikonsumsi sebagai komoditas yang mampu menaikkan prestise, untuk menunjukkan eksisitensi ataupun mengukuhkan gaya hidupnya yang berkelas. Hegemoni ini menjadi budaya, ditambah peran media yang ikut menyebarkan virus kapitalis dan menumbuhkannya. Mereka terperangkap dalam permainan tanda, citra dan simbol, sehingga berbagai pesona dan daya tarik yang ditawarkan oleh media semakin mendorong masyarakat menjadi massa yang dikendalikan oleh makna-makna simbolik (prestise, status sosial, kelas).
Jenis penelitian ini menggunakan library research dimana data yang diperoleh dari literatur, dokumen, dan referensi yang berhubungan dengan judul skripsi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat induktif, maka metodenya adalah pendekatan Gronded analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bergesernya nilai guna menjadi tanda yang menghasilkan simulasi. Pola konsumsi masyarakat saat ini ditentukan oleh kelas sosial tertentu. Jean Baudrillard mengembangkan konsep mengenai masyarakat konsumsi menjadi tiga yaitu, nilai guna, nilai tanda, dan simulakra. Nilai guna merupakan fungsi dari suatu komoditas yang dikonsumsi. Nilai tanda merupakan suatu simbol yang melekat pada suatu komoditas tertentu. Simulakra merupakan ruang yang dihasilkan dari simulasi yang berisikan realitas realitas semu. Masyarakat sebagai pelaku konsumsi semakin cenderung mengikuti produkproduk konsumsi, pesan dan makna yang tersampaikan. Konsumsi inilah yang kemudian menjadikan seluruh aspek kehidupan tak lebih sebagai objek, yakni objek konsumsi yang berupa komoditas. Konsep Jean Baudrillard ini memmberikan gambaran tentang keadaan masyarakat konsumeris pada saat ini serta sebagai kritiknya terhadap budaya konsumerisme. Apa yang dibentuk oleh dunia konsumerisme terhadap masyarakat merupakan dorongan atas logika hasrat dan keinginan dari pada sebuah kebutuhan.

Kata kunci : Postmodernisme, Pemikiran Jean Baudrillard, Kitik Budaya konsumerisme.
Kona’ah - Personal Name
115104014 - Kona’ah
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2019
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...