Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Cinta dan Kesetiaan Dalam Novel yang Fana Adalah Waktu Karya Sapardi Djoko Damono : Perspektif Eksistensialisme Erich Fromm

Pembahasan tentang cinta merupakan pembahasan yang paling banyak menyita perhatian masyarakat, salah satu sastrawan yang memiliki banyak hasil karya tentang cinta adalah Saparadi Djoko Damono yang dimuat dalam bentuk cerpen, novel, puisi, bahkan juga film. Cara penyampaiannya yang romantis dan indah membuat penulis tertarik membahas salah satu karya novelnya yang berjudul Yang Fana Adalah Waktu, novel ini merupakan trilogi Hujan Bulan Juni. Novel ini menceritakan dua orang kekasih yang sudah lama saling mengenal dan menjalin hubungan cinta, banyak kalimat yang terbaca seperti sebuah syair dalam setiap percakapan. Dengan meninjau dari sudut pandang Erich Fromm sebagai salah satu tokoh filsuf yang menyajikan pembahasannya tentang cinta. Pemikiran Erich Fromm dipengaruhi oleh ide ide Freud dan Marx. Menurut Fromm cinta adalah seni, maka dari itu cinta membutuhkan pengetahuan dan perlu dipelajari, berbicara tentang cinta tentu saja harus diawali dengan teori tentang manusia dan tentang eksistensi manusia. Yang esensial dari eksistensi manusia adalah bahwa dia telah muncul dari kerajaan hewan, dari adaptasi instingtif, bahwa dia telah melampaui alam meskipun tidak terpisah dari alam. Problem yang paling sering ditemukan di kalangan masyarakat saat ini yaitu, cinta dapat membuat seseorang lebih dewasa dalam menghadapi suatu masalah, lebih legowo, simpatik dan juga energic, namun disamping itu juga, cinta dapat merubah seseorang menjadi lebih agresif, protektif, juga sensitif terhadap lingkungan sekitarnya. Cara seperti ini disebutkan oleh Erich Fromm sebagai sikap sadisme, yaitu cara yang sangat menyedihkan, dimana muncul sikap ingin mendominasi dan mengatur segalanya sesuai dengan kehendaknya, membuat seseorang tunduk dan patuh terhadap segala aturan dan hanya ingin didengarkan, merasakan apa yang dialami, dimana perlakuan ini akan mengubah seseorang menjadi seperti benda yang kita miliki. kemudian orang pasif yang ditundukkan ini secara istilah klinis disebut sebagai masokisme yang selalu bergantung pada sadistik. Dalam novel terdapat beberapa masalah penting dalam hubungan cinta yaitu cinta yang terhalang jarak dan cinta yang dibatasi oleh perbedaan budaya. Novel tersebut mengandung pesan nilai moral yang sangat lazim terjadi dalam lingkup masyarakat modern, dimana sikap toleransi dan musyawarah dalam menghadapi suatu perbedaan sangatlah diperlukan.

Kata Kunci: Cinta Kesetiaan, Eksistensialisme, Erich Fromm
Zaraswastika Sari - Personal Name
115104013 - Zaraswatika Sari
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2020
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...