Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Interaksi Antara Gaya Komunikasi (Low Context Communication vs High Context Communication) dan Agama Kandidat Dalam Menentukan Preferensi Capres-Cawapres RI

Dari aspek komunikasi politik, gaya komunikasi calon Presiden RI menjadi faktor penting yang mempengaruhi perilaku pemilih. Studi ini menunjukan bahwa ternyata masyarakat Indonesia menyukai gaya komunikasi Capres RI yang berkonteks rendah (low context communications atau LCC), meskipun Indonesia menganut budaya komunikasi konteks tinggi. Di antara karakter LCC yang ideal di mata responden adalah menyampaikan pesan langsung sampai ke tujuan, menyampaikan gagasan dengan terbuka, dan menggunakan katakata yang mudah dipahami. Selain faktor gaya komunikasi, faktor agama juga cukup berperan dalam perilaku memilih, setidaknya bagi kalangan responden tertentu. Mujani, Liddle, dan Ambardi (2011) menyimpulkan bahwa agama memiliki pengaruh yang terbatas terhadap perilaku memilih di Indonesia. Namun ternyata, penelitian ini membuktikan bahwa kelompok responden Muslim yang berusia 30 tahun atau lebih dan berpendidikan rendah, masih menjadikan agama sebagai simplifikasi atau information shortcut dalam memilih calon Presiden dan Wakil Presiden RI. Sehingga, bagi kelompok responden tersebut, pengaruh gaya komunikasi Capres RI menjadi hilang saat dihadapkan dengan faktor agama kandidat.

Kata Kunci : politik, Pilpres, agama, gaya komunikasi, low context communication, high context communication
Intan Bedisa - Personal Name
216122002 - Intan Bedisa
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2018
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...