Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

How Indonesian Labor Organizations Use Internet for Their Movement: A Study of Transmedia Organizing in KSPI and KPBI

Kelas buruh Indonesia memiliki peluang pengaruh besar jika terorganisir dengan solid. Belakangan, pengorganisiran itu mulai menunjukan hasil dengan sejumlah kemenangan politik dan ekonomi. Namun, gerakan buruh lemah dalam bidang kampanye. Media-media arus utama meminggirkan suara buruh. Tesis ini menawarkan jawaban apakah lantas kehadiran Internet memberdayakan buruh untuk bersuara dengan memetakan bagaimana buruh memandang dan mengorganisir kampanye di Internet. Penelitian ini mengambil studi kasus perlawanan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia dan Konfederasi Serikat pekerja Indonesia terhadap neoliberalisme ekonomi; terutama Peraturan Pemerintah tentang Pengupahan. Kedua organisasi itu gencar berkampanye baik daring dan luring melawan kebijakan liberalisme. Metode kualitatif dengan pendekatan partisipatif dinilai cocok karena penelitian ini berada dalam lingkungan yang tidak dapat dikontrol, baru, dan bersifat eksploratif. Penelitian dilakukan dengan wawancara, pengamatan, dan pengumpulan dokumen. Penelitian ini menemukan Internet membantu serikat buruh menyebarkan informasi secara cepat dan luas. Namun, Internet melenakan para pegiat dan mengurangi intensitas kegiatan luring. Padahal, kegiatan luring menguatkan ikatan sosial dan memperluas organisasi. Internet juga membangkitkan nilai-nilai anti-demokratis dengan rezim UU ITE yang represif. Dalam pengorganisiran transmedia, berbagai platform Internet memudahkan buruh segmentasi anggota dan publik. Kampanye publik di Internet dapat mengumpulkan dukungan. Selain itu, Internet juga membuka memperkuat akar rumput dengan menghidupkan atmosfir perlawanan dan partisipasi kampanye. Internet juga membuka ruang kebekuan suara akar rumput mengkritik organisasi. Organisasi buruh semakin sadar pentingnya melibatkan suara-suara akar rumput. Penelitian ini menyimpulkan pengorganisiran luring tetaplah menjadi basis utama dan Internet sekedar menopang gerakan buruh. Kelas-kelas pendidikan dan pertemuan tetap menjadi kunci konsolidasi. Internet hanya efektif menggerakan buruh yang terkonsolidasi. Di luar itu, serikat buruh perlu memaksimalkan peluang-peluang untuk memberdayakan suara akar rumput dan dukungan lemah dari kampanye Internet.

Kata Kunci: buruh, Internet, Media Sosial, Kampanye, KSPI, KPBI
Guruh Dwi Riyanto - Personal Name
214122008 - Guruh Dwi Riyanto
TESIS PGSC
Tesis PMK
Inggris
Universitas Paramadina
2018
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...