Kerjasama Indonesia-Australia Tangani Migran Transit dalam Oceanic Viking (2009-2011)
Kerjasama Indonesia-Australia Tangani Migran Transit Dalam Oceanic Viking (2009-2011)
(42 halaman isi+13 halaman kepala), (1 halaman lampiran) (0 tabel), (1 gambar)
Penelitian ini akan membahas tentang kerjasama Indonesia dalam menghadapi bentuk ancaman baru migran transit, pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhyono yakni periode 2009 – 2014. Dalam kebijakannya Indonesia melakukan kerjasama bilateral dengan Australia Tangani Migran Transit Pada Kapal Oceanic Viking. Kerjasama tersebut diambil sebagai urgensi tingginya kedatangan Migran Illegal dan Migran Transit ke Australia pada tahun 2009 – 2011, pada masa pemerintahan Yudhyono. Selain itu kerjasama – kerjasama yang dilakukan oleh Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor pendorong yakni kepentingan nasional, faktor domestik dan faktor internasional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi kepustakaan. Paradigma yang digunakan adalah Neorealisme untuk menganalisa kerjasama yang dilakukan oleh Indonesia, dan konsep proses peningkatan keamanan Referent Object, Securitizing Actor, dan Functional Actor. Hasil temuan dalam penelitian ini diantaranya adalah kepentingan nasional Indonesia yang turut diimplementasikan yakni melalui Program AusAID, kepentingan pertahanan perbatasan atau security border dan kepentingan tatanan dunia atau favourable world order. Faktor-faktor yang mendorong Yudhyono dalam domestik yakni pemenuhan HAM serta opini publik domestik maupun luar negeri dalam menghasilkan kerjasama dan kebijakan luar negerinya. Serta faktor-faktor internasional yakni keadaan lingkungan, sumber daya manusia, dan teknologi yang dimiliki Australia juga institusi ekonomi dan politik yang mempengaruhi Indonesia.
Kata Kunci : Kerjasama Bilateral, Kepentingan Nasional, Konsep Keamanan, Migran Ilegal, Migran transit
Daftar Pustaka : 31 Buku (1992-2017), 25 Jurnal dan Makalah, 57 Online dan Website
(42 halaman isi+13 halaman kepala), (1 halaman lampiran) (0 tabel), (1 gambar)
Penelitian ini akan membahas tentang kerjasama Indonesia dalam menghadapi bentuk ancaman baru migran transit, pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhyono yakni periode 2009 – 2014. Dalam kebijakannya Indonesia melakukan kerjasama bilateral dengan Australia Tangani Migran Transit Pada Kapal Oceanic Viking. Kerjasama tersebut diambil sebagai urgensi tingginya kedatangan Migran Illegal dan Migran Transit ke Australia pada tahun 2009 – 2011, pada masa pemerintahan Yudhyono. Selain itu kerjasama – kerjasama yang dilakukan oleh Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor pendorong yakni kepentingan nasional, faktor domestik dan faktor internasional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi kepustakaan. Paradigma yang digunakan adalah Neorealisme untuk menganalisa kerjasama yang dilakukan oleh Indonesia, dan konsep proses peningkatan keamanan Referent Object, Securitizing Actor, dan Functional Actor. Hasil temuan dalam penelitian ini diantaranya adalah kepentingan nasional Indonesia yang turut diimplementasikan yakni melalui Program AusAID, kepentingan pertahanan perbatasan atau security border dan kepentingan tatanan dunia atau favourable world order. Faktor-faktor yang mendorong Yudhyono dalam domestik yakni pemenuhan HAM serta opini publik domestik maupun luar negeri dalam menghasilkan kerjasama dan kebijakan luar negerinya. Serta faktor-faktor internasional yakni keadaan lingkungan, sumber daya manusia, dan teknologi yang dimiliki Australia juga institusi ekonomi dan politik yang mempengaruhi Indonesia.
Kata Kunci : Kerjasama Bilateral, Kepentingan Nasional, Konsep Keamanan, Migran Ilegal, Migran transit
Daftar Pustaka : 31 Buku (1992-2017), 25 Jurnal dan Makalah, 57 Online dan Website
Adam Qamarullah - Personal Name
211000041 - Adam Qamarullah
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2019
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...