Etika dan Kekuasaan Dalam Pandangan Machiavelli = (Ethics and Power in Machiavelli’s Perspective)
Etika adalah satu cabang kajian filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral, menjawab pertanyaan yang amat fundamental bagaimana saya harus hidup dan bertindak. Sedangkan, kekuasaan adalah satu daya yamg bisa membuat orang lain melakukan sesuatu yang dikendaki si pemilik daya tersebut.
Etika dan Kekuasaan merupakan hal yang amat penting posisinya dalam politik. Bahkan kedua istilah ini sudah dibahas semenjak zaman Yunani kuno, karena keduanya dapat mempengaruhi jalannya roda pemerintahan. Karena bila kedua istilah ini dipergunakan tidak dalam kapasitasnya, hal ini akan berakibat pada ketidakstabilan sebuah Negara, atau bahkan melahirkan sebuah pemberontakan.
Machiavelli sebagai tokoh politik zaman Renaissance telah berhasil membuat sebuah karya yang mengelaborasikan antara sistem kerajaan (monarki) dan Republik, yang dia beri judul The Prince dan The Discaurses, meski pada awalnya kedua literatur itu adalah ditujukan kepada keluarga Medici yang kembali menguasai Florence. Dari kedua bukunya ini bisa diambil pelajaran bagaimana seharusnya seorang leader (Raja) mengontrol, menata, dan mengurus para staf, serta rakyatnya agar tercipta sebuah negara sejahtera, dan bisa mencapai kejayaan, serta disegani oleh rakyat dan negara-negara lain. Konsep “menghalalkan segala cara” yang banyak dikenal orang dari Machiavelli ini seolah-olah sudah menjadi label baginya. Padahal kita sendiri belum mencoba mempelajari konsep politik Machiavelli secara mendetail. Dan kita pun tidak tahu kenapa banyak para diktator dunia yang memakai konsep Machiavelli dalam merealisasikan politik praktis dalam negaranya, yang diterapkan dengan tangan besi mereka.
Etika dan Kekuasaan merupakan hal yang amat penting posisinya dalam politik. Bahkan kedua istilah ini sudah dibahas semenjak zaman Yunani kuno, karena keduanya dapat mempengaruhi jalannya roda pemerintahan. Karena bila kedua istilah ini dipergunakan tidak dalam kapasitasnya, hal ini akan berakibat pada ketidakstabilan sebuah Negara, atau bahkan melahirkan sebuah pemberontakan.
Machiavelli sebagai tokoh politik zaman Renaissance telah berhasil membuat sebuah karya yang mengelaborasikan antara sistem kerajaan (monarki) dan Republik, yang dia beri judul The Prince dan The Discaurses, meski pada awalnya kedua literatur itu adalah ditujukan kepada keluarga Medici yang kembali menguasai Florence. Dari kedua bukunya ini bisa diambil pelajaran bagaimana seharusnya seorang leader (Raja) mengontrol, menata, dan mengurus para staf, serta rakyatnya agar tercipta sebuah negara sejahtera, dan bisa mencapai kejayaan, serta disegani oleh rakyat dan negara-negara lain. Konsep “menghalalkan segala cara” yang banyak dikenal orang dari Machiavelli ini seolah-olah sudah menjadi label baginya. Padahal kita sendiri belum mencoba mempelajari konsep politik Machiavelli secara mendetail. Dan kita pun tidak tahu kenapa banyak para diktator dunia yang memakai konsep Machiavelli dalam merealisasikan politik praktis dalam negaranya, yang diterapkan dengan tangan besi mereka.
Febri yanti - Personal Name
208000391 - Febri Yanti
SKRIPSI FA
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2020
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...