Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Konsep Takfir Perspektif Al-Ghazali dan Relevansinya dengan Fenomena Pengkafiran Dalam Masyarakat Muslim di Indonesia Dewasa Ini

Kafir merupakan sebuah istilah yang masih sangat relevan untuk dikaji lebih mendalam. Salah satu alasannya adalah fenomena takfir (pengkafiran) yang digunakan secara sembarangan yang sudah ada semenjak abad pertama Hijiriyah masih masif ditemui hingga sekarang. Fenomena ini terjadi disebabkan oleh berbagai faktor seperti pemahaman yang keliru, tidak mengetahui syariat Islam secara rinci, dengki terhadap golongan tertentu, persaingan duniawi untuk menghasilkan kekayaan, ketenaran, kekuasaan, serta memiliki kecenderungan terhadap konflik dan perselisihan. Selain itu faktor yang paling dominan adalah fanatisme buta terhadap madzhab dan aliran yang diyakini. Terminologi kafir mengandung banyak interpretasi, tidak hanya dilihat dari sisi legal-formal (fikih) saja, akan tetapi memiliki arti yang lebih luas dari sisi etika. Al-Ghazali yang dijuluki hujjatul Islam memberikan peringatan untuk tidak menghakimi keimanan dan kekufuran seseorang berdasarkan iri, dengki dan taklid buta, akan tetapi berdasarkan mata hati yang bersumber pada pikiran yang jernih yang mampu menghasilkan pandangan yang cermat dan penuh pertimbangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurai secara rinci pemikiran Al Ghazali tentang iman, kufur, dan kategori orang kafir serta memahami konsep dan kaidah takfir yang dirumuskan Al-Ghazali dalam konteks kehidupan sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan dasar pijakan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengkafirkan orang atau kelompok tertentu dan mampu meminimalisasi fenomena takfir yang sedang merajalela dalam masyarakat Indonesia terutama yang bernuansa politik, agar politisasi doktrin pengkafiran dapat dihindarkan. Penelitian ini diharapkan mampu mempromosikan dan mengembangkan kepentingan toleransi, dialog, dan hubungan sosial yang baik sesama kelompok Muslim dan pemeluk agama yang berbeda. Penelitian ini adalah penilitian kepustakaan (library research). Metode yang digunakan bersifat deskritptif-analitis dan tekstual-historis dengan pendekatan teologis-transformatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep takfir Al-Ghazali masih relevan untuk diterapkan dalam menghadapi fenomena takfir yang sedang berkembang di Indonesia. Keputusan fatwa-fatwa takfir yang telah dikeluarkan oleh ormas-ormas Islam di Indonesia juga nampaknya sejalan dengan pandangan Al-Ghazali. Namun, konsep takfir Al-Ghazali tidak cukup untuk digunakan dalam merespon hubungan Muslim dengan non-Muslim sebagai warga negara dalam konteks kehidupan negara kebangsaan.

Kata kunci: kufur, kafir, takfir
Muhim Nailul Ulya - Personal Name
216141001 - Muhim Nailul Ulya
Tesis PMA
Indonesia
Universitas Paramadina
2019
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...