Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Diplomasi Minyak Tiongkok Ke 18 Negara Afrika

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang meningkat pesat, sejak 1991 sebesar 9 persen, ditopang oleh industri yang masif. Industri yang digerakan mesin, membutuhkan sumber energi yang bisa diakses Tiongkok secara berkesinmabungan. Minyak dipakai sebagai energi untuk industri dan konsumsi masyarakat seperti kendaraan, baik umum maupun pribadi. Oleh karena itu, minyak menjadi kebutuhan vital bagi Tiongkok, demi mempertahankan tingginya pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial. Sementara sumber minyak dalam negeri menipis, sehingga Tiongkok membutuhkan minyak yang diimpor dari negara lain. Pada 1993 Tiongkok menjadi negeri pengimpor nomor tiga terbesar di dunia, setelah Amerika Serikat dan Jepang. Sepuluh tahun kemudian, Tiongkok menggeser Jepang menjadi pengimpor minyak nomor dua terbesar dunia. Dengan menggunakan paradigma Realisme dan metode gabungan kuantitaif dan kualitatif dengan analisa misi strategis dan misi diplomatik, penelitian ini menghasilkan kesimpulan cara Tiongkok melakukan diplomasi untuk mendapatkan minyak di 18 negara Afrika. Target Tiongkok mendapatkan minyak dari 18 negara Afrika, ditambah dengan tujuan ekstensifikasi ekonominya berhasil. Cara yang dilakukan Tiongkok, dengan mengerahkan seluruh potensi power yang dimilikinya, baik BUMN bidang energi, perbankan, serta kementerian lain sebagai kerjasama pengolakan minyak dengan negara Afrika, jadi pendukung di bawah payung lembaga Energy Leading Group.

Kata kunci: Tiongkok, Keamanan Energi, Minyak, Afrika, Politik Luar Negeri
Yophiandi Kurniawan - Personal Name
215131013 - Yophiandi Kurniawan
Tesis PMH
Indonesia
Universitas Paramadina
2019
Jakarta
xi + 126 hlm.
LOADING LIST...
LOADING LIST...