Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Implementasi Kebijakan Pintu Terbuka Pemerintah Jerman Dibawah Kepemimpinan Angela Merkel Dalam Menghadapi Arus Pengungsi Suriah 2015

Arab Spring telah merubah tatanan pemerintahan dibeberapa negara Timur Tengah dan Afrika. Awai 2011, demonstrasi yang diawali dari tulisan dinding yang dibuat oleh belasan siswa sekolah telah menjadi penyebab utama terjadinya demonstrasi yang berujung pada perang saudara di Suriah yang belum berhenti sampai saat ini dan tujuan utama mereka untuk menurunkan pemimpin Suriah juga belum tercapai, bahkan kini tidak hanya kekacauan namun juga sampai ke perang saudara. Akibat perang yang tak kunjung usai ini, banyak penduduk Suriah yang meninggalkan Suriah dan menuju ke Jerman. Kebijakan pintu terbuka yang dikeluarkan oleh pemerintah Jerman membuat berbagai peraturan lain mengenai pengungsi yang sebelumnya sudah berlaku di Jerman dan Uni Eropa diratifikasi seperti Dublin Regulation. Tidak ada pemeriksaan dokumen untuk masuk ke Jerman sejak pintu terbuka diberlakukan serta persyaratan bahasa. Banyaknya pengungsi Suriah yang masuk Jerman membuat beberapa kelompok di Jerman keberatan dengan kebijakan pintu terbuka tersebut. Kelompok tersebut adalah partai oposisi yang tidak memiliki kursi diparlemen seperti PEGIDA dan AID. Kedua kelompok ini memanfaatkan isu populis seperti anti Islam, pengungsi, xenophibia sebagai isu utama mereka untuk mendapatkan kursi diparlemen pada pemilu 2016. Hal ini berhasil karena akhimya PEGIDA mampu masuk ke parlemen dengan perolehan suara sebanyak 12,6persen, begitupun dengan AID. Namun tujuan kedua partai ini untuk melengserkan Angela Merkel tidak tercapai karena perolehan suara partai yang mendukungnya jauh ada diatas mereka.

Kata Kunci: pengungsi, Suriah, Jerman
Dina Mayasari - Personal Name
215131006 - Dina Mayasari
Tesis PMH
Indonesia
Universitas Paramadina
2019
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...