Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Konsep Pengetahuan dan Kuasa Dalam Pandangan Michel Foucault

Dalam skripsi ini penulis ingin menunjukkan bagaimana Foucault menyingkapkan karakteristik dunia modern yang terkesan normatif. Ia juga menjungkirbalikkan asumsiasumsi filsafat pencerahan seperti memandang manusia sebagai subjek yang otonom dan mandiri. Pendekatan arkeologi yang digunakannya tidak bermaksud untuk mencari struktur pengetahuan atau pun moralitas universal, tetapi hanya memeriksa instansi-instansi wacana yang mengartikulasikan apa yang dipikirkan, dikatakan dan dikerjakan manusia. Secara arkeologis, kritisisme Foucault diarahkan untuk menciptakan kondisi dimana setiap orang bebas menentukan kebenaran bagi dirinya sendiri serta mampu membuat pemilahan yang tegas antara pengetahuan sejati (rasional, objektif dan tidak terdistorsi oleh mitos atau hubungan kekuasaan yang menindas) dan pengetahuan palsu (irasional, subjektif, dan ideologis/cerminan dari kekuasaan tertentu).

Secara genealogis, Foucault melukiskan bagaimana individu modern sebagai subjek maupun objek, sebenarnya lahir dan diciptakan dalam multiplisitas jaringan kekuasaan. Melalui teknik disiplin dan normalisasi, individu diciptakan sebagai objek, dan melalui praktik “pengakuan” dan “penguasaan diri” dalam wacana seksualitas, individu diciptakan sebagai subjek yang membicarakan dirinya sendiri. Foucault juga menegaskan bahwa distingsi antara pengetahuan murni yang bebas kekuasaan dan pengetahuan ideologis yang bias kekuasaan hanyalah ilusi belaka. Menurut Foucault, pengetahuan dan kekuasaan terpilin dalam kesatuan tunggal. Tidak ada pengetahuan tanpa kekuasaan (vice versa).

Foucault kemudian berkesimpulan bahwa kebenaran tidak terletak di luar tetapi dalam kuasa. Kebenaran tidak lain adalah hasil relasi kekuasaan. Kebenaran merupakan hasil produksi kekuasaan yang subjektif, karena melibatkan pengetahuan sehingga bersifat disipliner. Melalui kedua pendekatannya itu, Foucault secara jelas menunjukkan adanya hubungan antara ilmu-ilmu kemanusiaan dengan teknologi dominasi. Dengan kata lain kebenaran adalah produk kekuasaan yang memiliki semacam politik kebenarannya masingmasing.

Kata kunci: Michel Foucault, Pengetahuan, Kuasa, Filsafat Modern.
Raisuz Zaman - Personal Name
113104011 - Raisuz Zaman
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2019
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...