Pandangan Muhammad Quraish Shihab Tentang Perbedaan dan Titik Temu Antara Sunni dan Syiah
Skripsi ini berjudul Pandangan Muhammad Quraish Shihab Tentang perbedan dan Titik temu antara Sunni dan Syiah. Adapun masalah pokok yang terdapat dalam skripsi ini adalah bagaimana Sunni dan Syiah dalam Pandangan Muhammad Quraish shihab. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode kualitatif dengan corak library reseach dan menggunakan pendekatan teologis. Berangkat dari banyaknya hasil penelitian oleh para peneliti dan intelektual terdahulu mengenai konflik berdarah yang terjadi antara Sunni dan Syiah sebagaimana yang pernah terjadi di salah satu daerah Indonesia yaitu Sampang Madura, serta banyaknya masyarakat yang menilai bahwa Syiah merupakan suatu paham aliran yang sesat, tanpa mengetahui Syiah yang sebenarnya, kemudian banyaknya para penulis menuliskan mengenai buku-buku tentang anti Syiah. Pada hakikatnya, perbedaan merupakan suatu sifat alamiah yang dimiliki oleh manusia, demikian hal nya dalam beragama, sebagai manusia sudah menjadi suatu kepastian memiliki sifat perbedaan. Pasalnya perbedaan itu bisa menjadi sesuatu yang buruk dan bisa pula menjadi sesuatu yang baik. Pemikiran ini didasarkan kepada perselisihan yang terjadi dikalangan internal agama yang masih berlanjut serta tidak menuai hasil perdamaian sampai dewasa ini. Quraish Shihab adalah salah satu ulama intelektual Indonesia yang ingin mencoba memberikan alternatif bagi perselisihan ini melalui gagasannya yaitu dengan metode kesepahaman, hal ini ditujukan atas usaha untuk merespon perselisihan diantara kedua aliran mazhab diatas. Lebih lanjut Quraish Shihab menjelaskan bahwa, kesepahaman ini bukan berarti harus menghilangkan suatu perbedaan diantara sesama, tetapi kesepahaman yang ditawarkan olehnya adalah kesepahaman yang bisa menerima perbedaan, serta mampu berjalan beriringan. Gagasan yang ditawarkan oleh Quraish Shihab, kiranya mampu memberikan suatu solusi alternatif yang mampu memberikan jalan perdamaian bagi konflik-konflik intra agama yang terjadi, khususnya mengenai konflik antara Sunni dan Syiah. Kemudian yang perlu diingat bahwa mazhab-mazhab dalam Islam, pada hakikatnya memiliki tujuan yang sama mengenai prihal konsep ajaran, hanya saja yang membedakan dinatara mazhab tersebut adalah persoalan terkait perincian dan pelaksanaan ibadah. Lanjutnya Quraish Shihab menegaskan, pada dasarnya jika kita mampu menerima perbedaan tersebut, serta mampu merubahnya menjadi suatu kesepahaman bersama, maka harapan yang ingin diraih dan dicita-citakan akan terwujud menjadi suatu kerukunan bagi kita semua.
Kata kunci : Perbedaan, Titik temu, Sunni-Syiah
Bibliografi : 46
Kata kunci : Perbedaan, Titik temu, Sunni-Syiah
Bibliografi : 46
Sidqi Wijhatul Hayat - Personal Name
112104006 - Sidqi Wijhatul Hayat
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2019
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...