Hubungan Antara Family Cohesion dengan Emotional Intimacy Dalam Pernikahan
Moudy Ambitha Cinta/115107027
45 halaman + xii, 15 tabel, 1 gambar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara family cohesion dengan emotional intimacy dalam pernikahan. Penelitian ini dilakukan pada teori family cohesion yang dikemukakan oleh Olson (2006), dimana terdapat dua bagian tingkatan, yaitu balanced dan unbalanced yang bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan keleketan individu dengan keluarganya. Serta, teori emotional intimacy yang dikemukakan pula oleh Olson (dalam Schaefer & Olson, 1981). Subjek dalam penelitian ini adalah individu yang sudah menikah yang ada di Jakarta dengan rentang usia dewasa awal yaitu 20-24 tahun. Pada penelitian ini, untuk mengukur family cohesion menggunakan alat ukur FACES (Family Adaptability and Cohesion Evaluation Scales) IV yang dikembangkan oleh Olson dan Gorall (2006). Serta, untuk mengukur emotional intimacy dalam pernikahan menggunakan alat ukur PAIR (Personal Assessment of Intimacy in Relationship) Inventory yang dikembangkan oleh Schaefer dan Olson (1981). Dalam menganalisa data, penelitian ini menggunakan teknik uji korelasi (Korelasi Pearson Product Moment). Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara family cohesion dengan emotional intimacy dalam pernikahan
Kata Kunci: family cohesion, intimacy, marriage,
Daftar Pustaka: 15 buku, 26 jurnal, 5website
45 halaman + xii, 15 tabel, 1 gambar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara family cohesion dengan emotional intimacy dalam pernikahan. Penelitian ini dilakukan pada teori family cohesion yang dikemukakan oleh Olson (2006), dimana terdapat dua bagian tingkatan, yaitu balanced dan unbalanced yang bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan keleketan individu dengan keluarganya. Serta, teori emotional intimacy yang dikemukakan pula oleh Olson (dalam Schaefer & Olson, 1981). Subjek dalam penelitian ini adalah individu yang sudah menikah yang ada di Jakarta dengan rentang usia dewasa awal yaitu 20-24 tahun. Pada penelitian ini, untuk mengukur family cohesion menggunakan alat ukur FACES (Family Adaptability and Cohesion Evaluation Scales) IV yang dikembangkan oleh Olson dan Gorall (2006). Serta, untuk mengukur emotional intimacy dalam pernikahan menggunakan alat ukur PAIR (Personal Assessment of Intimacy in Relationship) Inventory yang dikembangkan oleh Schaefer dan Olson (1981). Dalam menganalisa data, penelitian ini menggunakan teknik uji korelasi (Korelasi Pearson Product Moment). Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara family cohesion dengan emotional intimacy dalam pernikahan
Kata Kunci: family cohesion, intimacy, marriage,
Daftar Pustaka: 15 buku, 26 jurnal, 5website
Moudy Ambitha Cinta - Personal Name
115107027 - Moudy Ambitha Cinta
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2019
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...