Rumusan Toleransi Antara Sunni-Syiah Menurut Badiuzzaman Said Nursi
Berbicara mengenai konflik intra agama di dalam Islam yang paling diketahui secara umum adalah konflik antara Sunni dan Syiah, pembahasannya masih menjadi perbincangan yang tak kunjung selesai sampai dewasa ini, serta konflik yang lama ini tetap tidak kunjung mendapatkan solusi yang mampu meredakan keduanya, baik itu solusi dan memberikan jalan alternative yang memadai diantara keduanya. Konflik yang paling kontras diantara keduanya ini adalah perselisihan terkait mazhab, Sunni yang berpegang kepada Alquran dan Hadits menjadikan keduanya sebagai sebuah landasan, sedangkan Syiah, menjadikan Imamah sebagai asasnya. Permasalahan mazhab tersebut menjadi sebuah kutub yang saing berlawanan, sehingga saat ini pantaslah masih ters terjadi perselisihan, lantas untuk hal ini membutuhkan sebuah solusi yang relevan untuk dapat meredakan keduanya serta memberikan manfaat bagi umat.
Dewasa ini, sikap toleransi seakan luput dalam keberagaman, hal ini terjadi bukan hanya pada lingkup ekstra agama saja sebagaimana pada umumnya, namun di dalam intra agama pun telah terjadi keluputan, kesurutan bahkan sudah kehilangan fitrahnya terhadap sikap toleransi itu sendiri. Oleh karenanya Said Nursi merasa, dalam hal ini memerlukan adanya antisipasi yang sangat tepat dan relevan, sehingga mesti ada sebuah rumusan-rumusan dalam konteks toleransi.
Tidak hanya sampai disitu, Nursi juga mengajukan beberapa tawaran solusi terkait apa saja yang mesti ada di dalam sebuah rumusan toleransi. Nursi menawarkan beberapa aspek untuk dapat menjadikan sebuah solusi serta jawaban bagi konflik ini, diantaranya ada enam aspek yang ia tawarkan, Pertama: permusuhan adalah suatu kezaliman dalam pandangan hakikat. Kedua: Permusuhan adalah kezaliman dalam pandangan hikmah. Ketiga: permusuhan adalah kezaliman dalam pandangan al-Quran. Keempat: permusuhan adalah kezaliman itu sendiri. Kelima: permusuhan dan perpecahan membahayakan kehidupan sosial. Keenam: Permusuhan dan sifat keras kepada merusak kehidupan spiritual dan kemurnian ubudiyah kepada Allah
Tawaran yang Nursi hadirkan diatas jika tidak segera diimpelementasikan, maka dikhawatirkan sikap berbagai macam klaim kebenaran agama yang kemudian berujung kepada sikap saling menyalahkan akan terus saja berkepanjangan. Maka dari itulah, bagi Nursi hal ini memerlukan sebuah jalan yang tepat agar hal ini diharapkan akan segera berakhir, jika hal ini masih tetap terjadi tanpa solusi, maka hanya kata ‗sampah peradaban‘ yang tepat bagi mereka yang masih terus menganggap saudaranya adalah musuh bagi dirinya sendiri.
Keyword : Said Nursi, Sunni Syiah, Toleransi intra agama.
Bibliografi : 51
Dewasa ini, sikap toleransi seakan luput dalam keberagaman, hal ini terjadi bukan hanya pada lingkup ekstra agama saja sebagaimana pada umumnya, namun di dalam intra agama pun telah terjadi keluputan, kesurutan bahkan sudah kehilangan fitrahnya terhadap sikap toleransi itu sendiri. Oleh karenanya Said Nursi merasa, dalam hal ini memerlukan adanya antisipasi yang sangat tepat dan relevan, sehingga mesti ada sebuah rumusan-rumusan dalam konteks toleransi.
Tidak hanya sampai disitu, Nursi juga mengajukan beberapa tawaran solusi terkait apa saja yang mesti ada di dalam sebuah rumusan toleransi. Nursi menawarkan beberapa aspek untuk dapat menjadikan sebuah solusi serta jawaban bagi konflik ini, diantaranya ada enam aspek yang ia tawarkan, Pertama: permusuhan adalah suatu kezaliman dalam pandangan hakikat. Kedua: Permusuhan adalah kezaliman dalam pandangan hikmah. Ketiga: permusuhan adalah kezaliman dalam pandangan al-Quran. Keempat: permusuhan adalah kezaliman itu sendiri. Kelima: permusuhan dan perpecahan membahayakan kehidupan sosial. Keenam: Permusuhan dan sifat keras kepada merusak kehidupan spiritual dan kemurnian ubudiyah kepada Allah
Tawaran yang Nursi hadirkan diatas jika tidak segera diimpelementasikan, maka dikhawatirkan sikap berbagai macam klaim kebenaran agama yang kemudian berujung kepada sikap saling menyalahkan akan terus saja berkepanjangan. Maka dari itulah, bagi Nursi hal ini memerlukan sebuah jalan yang tepat agar hal ini diharapkan akan segera berakhir, jika hal ini masih tetap terjadi tanpa solusi, maka hanya kata ‗sampah peradaban‘ yang tepat bagi mereka yang masih terus menganggap saudaranya adalah musuh bagi dirinya sendiri.
Keyword : Said Nursi, Sunni Syiah, Toleransi intra agama.
Bibliografi : 51
Supian - Personal Name
113104008 - Supian
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2018
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...