Kerjasama Asean Wildlife Enforcement Network (ASEAN WEN) Dalam Pemberantasan Perdagangan Mamalia Illegal di Indonesia (2011-2015)
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kerjasama forum yang didirikan oleh ASEAN dalam upaya nya memberantas perdagangan mamalia liar dengan tujuan untuk melindungi lingkungan dan apa yang terdapat didalamnya melalui ASEAN wildlife enforcement network atau ASEAN WEN. Perdagangan mamalia secara illegal di Indonesia menjadi yang paling tinggi di Asia Tenggara . Barang bukti yang ditemukan pada perdagangan mamalia ini, berupa mamalia dalam keadaan hidup, mamalia yang sudah mati diawetkan, dan beberapa bagian tubuh mamalia yang akan dijual. Pada tahun 2008, ASEAN WEN dan Indonesia mulai bekerja sama dalam bidang konservasi dengan membuat suaka margasatwa yang bertujuan untuk melindungi habitat mamalia dan konservasi alam. Adanya perpanjangan kerjasama ASEAN WEN dan Indonesia pada tahun 2011 hingga 2015 berdampak terhadap tingkat perdagangan mamalia liat di Indonesia. Dengan menggunakan perspektif neoliberalisme, teori hijau (green theory), konsep Organisasi Internasional, dan konsep hambatan untuk menganalisis jawaban dalam rumusan masalah ditemukan bahwa dari adanya kerjasama ASEAN WEN di Indonesia dalam pemberantasan perdagangan mamalia illegal berdampak positif yaitu adanya penurunan yang cukup signifikan di dalam perdagangan mamalia illegal.
Kata kunci: ASEAN WEN, Kerjasama ASEAN WEN dan Indonesia, Perdagangan mamalia ilegal
Kata kunci: ASEAN WEN, Kerjasama ASEAN WEN dan Indonesia, Perdagangan mamalia ilegal
Rizky Syahputra - Personal Name
114105069 - Rizky Syahputra
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2018
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...