Pengaruh Protokol Kyoto Terhadap Perkembangan Renewable Energy Di Islandia (2005-2012)
Permasalahan dalam studi hubungan internasional memang sangat banyak. Salah satunya adalah tentang lingkungan. Pada era ini, dunia sudah mengenal apa yang disebut dengan climate change dan global warming. Salah satu penyebab kedua masalah tersebut adalah Gas Rumah Kaca. Pemakaian energi konvensional seperti fossil merupakan salah satu penyumbang Gas Rumah Kaca. Melihat permasalahan tersebut, Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) tidak tinggal diam. Dengan begitu PBB membentuk sebuah badan internasional yang bernama United Nation Framework Convention for Climate Change atau UNFCCC guna menghadapi permasalahan climate change. Melalui UNFCCC, akhirnya konvensi antar negara tersebut berhasil membuat perjanjian Protokol Kyoto. Salah satu negara yang ikut meratifikasi perjanjian tersebut adalah, Islandia. Pengaruh yang ditimbulkan oleh Protokol Kyoto berdampak pada tindakan untuk menyelamatkan lingkungan oleh Islandia. Demi menjalankan Protokol Kyoto dan permasalahan di Islandia tentang mencairnya gletser di negaranya, Islandia mengambil salah satu tindakan untuk mengembangkan Renewable Energy. Dari tahun awal diterapkannya Protokol Kyoto, yaitu tahun 2005, hingga tahun pada tahun akhir masa Protokol Kyoto periode pertama yaitu tahun 2012. Perkembangan Renewable Energy di Islandia mengalami kenaikan, dengan memanfaatkan Hydropower Energy dan Geothermal Energy, negara Islandia mampu menciptakan Penghangatan dan Listrik Hijau. Akhirnya, negara Islandia melihat potensi atas perkembangan Renewable Energy di negaranya. Hal tersebut membuat Islandia mengeluarkan kebijakan yang bersifat kebijakan dalam lingkup nasional dan kebijakan dalam lingkup internasional. Salah satu tindakan nyata terhadap kebijakan luar negeri negara Islandia atas isu Renewable Energy adalah dengan menjalankan beberapa kerjasama tingkat internasional dengan negara lain.
Kata Kunci: Protokol Kyoto, Islandia, Pengembangan Energi Terbarukan, Kebijakan, Kerjasama, Pengaruh.
Daftar Pustaka: 28 Buku, 6 Jurnal, 103 Website, 1 Film (1967-2018)
Kata Kunci: Protokol Kyoto, Islandia, Pengembangan Energi Terbarukan, Kebijakan, Kerjasama, Pengaruh.
Daftar Pustaka: 28 Buku, 6 Jurnal, 103 Website, 1 Film (1967-2018)
Rifky Reyhan - Personal Name
114105066 - Rifky Reyhan
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2018
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...