Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penetapan Nisbah Bagi Hasil Perbankan Syariah (studi kasus Bank Syariah Mandiri periode 2011-2014)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh masing-masing faktor terhadap penetapan nisbah bagi hasil deposito mudharabah di PT. Bank Syariah Mandiri selama periode Januari 2011 sampai dengan Desember 2004.
Krisis keuangan yang terjadi secara global telah memberikan imbas negatif terhadap ketahanan sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pada level tertentu juga mempengaruhi perkembangan industri perbankan syariah.
Oleh karenanya dengan kondisi seperti itu, akan sangat penting membahas secara lebih mendalam tentang pengaruhnya tingkat inflasi, BI Rate dan nilai kurs rupiah terhadap dolar terhadap penetapan nisbah bagi hasil deposito mudharabah. Karena itu sangatlah menarik untuk menganalisis hubungan antara tingkat bagi hasil deposito mudharabah di perbankan syariah dengan faktor-faktor eksternal tersebut. Dan tentunya juga tanpa menghiraukan pengaruh dari sisi internalnya juga. Dimana sisi internalnya penulis akan menganalisis dari sisi pendapatan dari pembiayaan yang diterima oleh bank Muamalat Indonesia dan juga Posisi Simpanan atau jumlah dana yang dihimpun dari Dana Pihak Ketiga (Posisi Simpanan).
Variabel yang akan diteliti adalah penetapan nisbah bagi hasil deposito mudharabah sebagai variabel terikat (dependent variable) dan variabel bebasnya (independent variable) adalah pendapatan dari pembiayaan Bank Syariah Mandiri, Posisi Simpanan Bank Syariah Mandiri, Tingkat Inflasi, BI Rate dan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini bahwa kelima variabel yang digunakan yaitu pendapatan pembiayaan, posisi simpanan, tingkat inflasi, BI Rate, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS secara bersama-sama dapat memengaruhi variabel penetapan nisbah bagi hasil deposito. Kelima variabel tadi dapat menjelaskan variabel bebasnya sebesar 89,7 % dan sisanya yaitu 10,3% dapat dijelaskan variabel lainnya yang tidak diteliti. Akan tetapi dari hasil uji t statistik hanya variabel pendapatan pembiayaan dan BI Rate yang secara signifikan memengaruhi penetapan nisbah bagi hasil deposito mudharabah di PT Bank Syariah Mandiri.
Dan dari semua variabel yang diteliti, BI Rate adalah yang paling besar atau dominan mempengaruhi Bank Syariah Mandiri dalam menetapkan nisbah bagi hasil depositonya.
Kata Kunci: Nisbah Bagi Hasil, Deposito Mudharabah, Perbankan Syariah
Krisis keuangan yang terjadi secara global telah memberikan imbas negatif terhadap ketahanan sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pada level tertentu juga mempengaruhi perkembangan industri perbankan syariah.
Oleh karenanya dengan kondisi seperti itu, akan sangat penting membahas secara lebih mendalam tentang pengaruhnya tingkat inflasi, BI Rate dan nilai kurs rupiah terhadap dolar terhadap penetapan nisbah bagi hasil deposito mudharabah. Karena itu sangatlah menarik untuk menganalisis hubungan antara tingkat bagi hasil deposito mudharabah di perbankan syariah dengan faktor-faktor eksternal tersebut. Dan tentunya juga tanpa menghiraukan pengaruh dari sisi internalnya juga. Dimana sisi internalnya penulis akan menganalisis dari sisi pendapatan dari pembiayaan yang diterima oleh bank Muamalat Indonesia dan juga Posisi Simpanan atau jumlah dana yang dihimpun dari Dana Pihak Ketiga (Posisi Simpanan).
Variabel yang akan diteliti adalah penetapan nisbah bagi hasil deposito mudharabah sebagai variabel terikat (dependent variable) dan variabel bebasnya (independent variable) adalah pendapatan dari pembiayaan Bank Syariah Mandiri, Posisi Simpanan Bank Syariah Mandiri, Tingkat Inflasi, BI Rate dan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini bahwa kelima variabel yang digunakan yaitu pendapatan pembiayaan, posisi simpanan, tingkat inflasi, BI Rate, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS secara bersama-sama dapat memengaruhi variabel penetapan nisbah bagi hasil deposito. Kelima variabel tadi dapat menjelaskan variabel bebasnya sebesar 89,7 % dan sisanya yaitu 10,3% dapat dijelaskan variabel lainnya yang tidak diteliti. Akan tetapi dari hasil uji t statistik hanya variabel pendapatan pembiayaan dan BI Rate yang secara signifikan memengaruhi penetapan nisbah bagi hasil deposito mudharabah di PT Bank Syariah Mandiri.
Dan dari semua variabel yang diteliti, BI Rate adalah yang paling besar atau dominan mempengaruhi Bank Syariah Mandiri dalam menetapkan nisbah bagi hasil depositonya.
Kata Kunci: Nisbah Bagi Hasil, Deposito Mudharabah, Perbankan Syariah
Nirzam Pahmi - Personal Name
210211008 - Nirzam Pahmi
Tesis PMM
Indonesia
Universitas Paramadina
2016
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...