Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Gambaran Self Objectification pada Perempuan Dewasa Muda yang Mengalami Street Harassment

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran self objectification pada perempuan dewasa muda yang mengalami street harassment. Self objectification adalah tindakan mengambil atau menginternalisasi pandangan orang lain (observer) saat perempuan memikirkan tubuh yang dimilikinya (Fredrickson & Roberts, 1997). Menurut Szymanski dan Henning (2007) secara teori self objectification akan mengarahkan perempuan untuk terus-menerus memonitor tubuhnya, yang nantinya akan berdampak pada perempuan seperti less flow, greater body shame, greater appereance anxiety, yang jika diakumulasi akan berubah menjadi deperesi. Self objectification terjadi karena adanya budaya sexual objectification, street harassment yang merupakan bentuk lain dari sexual harassment adalah salah satu praktik atau budaya dari sexual harassment. Pengalaman diobjektifikasi secara seksual yang dihadapi oleh perempuan akan terakumulasi dari waktu ke waktu sehingga perempuan akan melihat dan memperlakukan diri sendiri sebagai objek yang harus dievaluasi berdasarkan penampilan (Calogero, 2012). Responden dalam penelitian ini adalah 105 perempuan berusia 18 hingga 24 tahun dan pernah mengalami street harassment. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik convenience sampling. Self objectification akan diukur dengan menggunakan alat ukur Self Objectification Beliefs and Behaviour Scale yang dibuat oleh Linder (2017). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perempuan dewasa muda yang pernah mengalami atau menjadi korban street harassment memiliki self objectification yang tinggi.

Kata kunci: self objectification, street harassment, objectification theory, sexual objectification.
Daftar Pustaka: 46, 1993-2017
Putri Shina - Personal Name
113107028 - Putri Shina
Skripsi PPS
Indonesia
Universitas Paramadina
2018
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...