Analisis Penurunan Tarif Impor Vietnam Terhadap Tiongkok dalam Kerangka ASEAN – China Free Trade Area (ACFTA) (2012 – 2014).
Skripsi ini membahas mengenai Analisa Vietnam dalam menurunkan tarif impornya kepada Tiongkok dalam kerangka ASEAN – CHINA FREE TRADE AREA (ACFTA). Tiongkok mulai kerjasama dengan negara-negara ASEAN dengan tujuan meliberalisasikan perdagangan bebas, memfasilitasi barang dagang, dan meningkatkan perputaran perdagangan. Adanya ketertarikan diantara kedua negara tersebut pada akhirnya mereka membentuk sebuah perjanjian perdangan bebas yang disebut ASEAN – CHINA FREE TRADE AREA (ACFTA). Vietnam merupakan salah satu negara dari ASEAN dengan perdagangan terbesar dengan Tiongkok selama 7 tahun setelah adanya reformasi Doi Moi. Tarif liberalisasi pada masa ACFTA telah diterapkan oleh Vietnam untuk periode 2012-2014. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskrptif analitis. Kemudian, dalam menganalisa permasalahan penelitian ini, penulis menggunakan paradigma neoliberalisme dengan menggabungkan teori dan konsep yang merupakan turunan dari paradigma neoliberalisme, seperti absolute gains, interdepedency, kebijakan luar negeri, dan organisasi internasional. Hasil dalam penelitian tersebut antara lain: Pertama, Perjanjian perdagangan bebas ASEAN – China (ACFTA) akan menawarkan tarif nol persen untuk barang-barang dari Tiongkok dan ASEAN ke Vietnam. Dalam perjanjian kerjasama ekonomi antara ASEAN dan Tiongkok telah menetapkan tujuan tidak hanya menghilangkan tarif tetapi juga membahas soal hambatan terhadap barang dan jasa. Serta menghambat investasi dan peningkatan kerjasama. Kedua, Vietnam mengenakan tarif pajak hampir ke semua jenis produk yang di impor ke negara ini. Tarif impor ini tergantung pada jenis produk, seperti sayur sayuran, alatalat elektronik seperti telefon dan komputer, produk kayu, tekstil, dan sebagainya cenderung menerima pajak yang lebih rendah, bahkan dikenakan bebas pajak. Ketiga, ACFTA dapat menguntungkan vietnam dalam banyak hal. Misalkan pengurangan tarif, penyederhanaan prosedur administratif seperti perizinan dan perizinan investasi, dan penerapan tarif nol (0 persen) pada sekitar 90 persen barang yang dipertukarkan, berarti bahwa produk Vietnam akan memiliki akses yang lebih baik ke pasar Tiongkok.
Kata kunci: Vietnam, Tiongkok, ACFTA, penurunan tarif impor
Daftar Pustaka: 14 Buku, 22 Jurnal & Skripsi, 20 Artikel Berita Online dan Website.
Kata kunci: Vietnam, Tiongkok, ACFTA, penurunan tarif impor
Daftar Pustaka: 14 Buku, 22 Jurnal & Skripsi, 20 Artikel Berita Online dan Website.
Aqilla Doni Marchita - Personal Name
113105092 - Aqilla Doni Marchita
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2018
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...