Kebijakan Luar Negeri Qatar dalam Upaya Regional Balancing Power terhadap Arab Saudi (2011-2014)
Abstrak
Arab Saudi merupakan negara yang sangat berpengaruh di kawasan Teluk Persia. Kebijakan Arab Saudi dalam suatu fenomena Hubungan Internasional berpengaruh terhadap kebijakan negara Teluk lainnya. Namun, Qatar yang merupakan negara kecil di kawasan Teluk ingin berusaha membuktikan diri bahwa dapat melepaskan pengaruh Arab Saudi dari dominasinya terhadap kebijakan yang mulai merugikan Qatar. Penelitian ini membahas bagaimana Qatar melakukan balancing power dengan memanfaatkan Arab Spring untuk membangun aliansi dengan kelompok reformis yang ingin menjatuhkan rezim otoriter aliansi Arab Saudi. Penelitian ini akan menggunakan konsep balance of power yang digagas oleh Kenneth Waltz dalam teori neorealisme-nya. Hasilnya adalah kebijakan Qatar ini merupakan external balancing yaitu penyeimbangan yang dilakukan dengan membangun aliansi baru. Dengan bersamaan Qatar juga menjadikan Mesir, aliansi utama Arab Saudi, sebagai aliansinya singkat setelah Revolusi Mesir. Arab Saudi menentang kebijakan Qatar ini dan menekannya dengan mengadakan Riyadh Agreement bersama negara Teluk lainnya untuk menghentikan Qatar.
Kata Kunci : Kebijakan Luar Negeri Qatar, Regional Balancing Power, Arab Saudi
Daftar Pustaka : 20 buku, 17 jurnal dan artikel, 81 jurnal dan artikel online
Arab Saudi merupakan negara yang sangat berpengaruh di kawasan Teluk Persia. Kebijakan Arab Saudi dalam suatu fenomena Hubungan Internasional berpengaruh terhadap kebijakan negara Teluk lainnya. Namun, Qatar yang merupakan negara kecil di kawasan Teluk ingin berusaha membuktikan diri bahwa dapat melepaskan pengaruh Arab Saudi dari dominasinya terhadap kebijakan yang mulai merugikan Qatar. Penelitian ini membahas bagaimana Qatar melakukan balancing power dengan memanfaatkan Arab Spring untuk membangun aliansi dengan kelompok reformis yang ingin menjatuhkan rezim otoriter aliansi Arab Saudi. Penelitian ini akan menggunakan konsep balance of power yang digagas oleh Kenneth Waltz dalam teori neorealisme-nya. Hasilnya adalah kebijakan Qatar ini merupakan external balancing yaitu penyeimbangan yang dilakukan dengan membangun aliansi baru. Dengan bersamaan Qatar juga menjadikan Mesir, aliansi utama Arab Saudi, sebagai aliansinya singkat setelah Revolusi Mesir. Arab Saudi menentang kebijakan Qatar ini dan menekannya dengan mengadakan Riyadh Agreement bersama negara Teluk lainnya untuk menghentikan Qatar.
Kata Kunci : Kebijakan Luar Negeri Qatar, Regional Balancing Power, Arab Saudi
Daftar Pustaka : 20 buku, 17 jurnal dan artikel, 81 jurnal dan artikel online
Nargis - Personal Name
209000171 - Nargis
SKRIPSI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2017
Jakarta
88 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...