Respon Pemerintah Indonesia dalam Mengimplementasikan Peran ASOD (ASEAN Senior Officials on Drug Matters) (2009-2013)
Abstrak
Drugs Trafficking menjadi ancaman yang serius bagi negara-negara dikawasan Asia Tenggara.Dengan adanya kepentingan dan tujuan bersama ini maka ASEAN sebagai wadah pemersatu negara-negara di kawasan Asia Tenggara membentuk suatu badan organisasi regional yang berada di bawah naungannya, yaitu ASEANSenior Official on Drug Matters(ASOD) sebagai suatu wadah bersama dalam memberantas peredaran dan transaksi narkoba di kawasan Asia Tenggara demi mencapai tujuan ASEAN bersih dari narkoba pada tahun 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran ASOD dalam membantu menanggulangi drugs trafficking di Indonesia 2009-2013 dan untuk mengetahui respon pemerintah Indonesia dalam mengimplementasikan program pada pertemuan ASEAN Senior Official on Drug Matters (ASOD) 2009 untuk menanggulangi drugs trafficking melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) dan LSM dan NGO yang terkait. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ASOD berperan lebih intensif dan efektif sebagai motivator, komunikator, serta perantara dalam perannya membebaskan Asia Tenggara dari ancaman Drugs Trafficking serta berupaya dalam pencapaian Visi ASEAN Drugs Free 2015 di Asia Tenggara khusunya di Negara Indonesia. Adapun peran Indonesia dalam Action Plan ASOD yaitu dalam working group onāAlternative Developmentā (AD), fungsinya antara lain merekomendasikan agar program AD yang berkelanjutan difokuskan juga pada tanaman pengganti ganja, bukan hanya pengganti opium; memperbanyak penelitian ataupun kegiatan yang bernilai ekonomi; melakukan pendekatan menyeluruh untuk memperbaiki infrastruktur, pendidikan, kesehatan, kredit usaha kecil, dan pelayanan sosial untuk mengentaskan kemiskinan serta perlunya komitmen politis untuk kesinambungan AD, pemasaran produk dan pertukaran pengalaman.
Kata Kunci: Indonesia, Narkoba, ASOD.
Drugs Trafficking menjadi ancaman yang serius bagi negara-negara dikawasan Asia Tenggara.Dengan adanya kepentingan dan tujuan bersama ini maka ASEAN sebagai wadah pemersatu negara-negara di kawasan Asia Tenggara membentuk suatu badan organisasi regional yang berada di bawah naungannya, yaitu ASEANSenior Official on Drug Matters(ASOD) sebagai suatu wadah bersama dalam memberantas peredaran dan transaksi narkoba di kawasan Asia Tenggara demi mencapai tujuan ASEAN bersih dari narkoba pada tahun 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran ASOD dalam membantu menanggulangi drugs trafficking di Indonesia 2009-2013 dan untuk mengetahui respon pemerintah Indonesia dalam mengimplementasikan program pada pertemuan ASEAN Senior Official on Drug Matters (ASOD) 2009 untuk menanggulangi drugs trafficking melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) dan LSM dan NGO yang terkait. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ASOD berperan lebih intensif dan efektif sebagai motivator, komunikator, serta perantara dalam perannya membebaskan Asia Tenggara dari ancaman Drugs Trafficking serta berupaya dalam pencapaian Visi ASEAN Drugs Free 2015 di Asia Tenggara khusunya di Negara Indonesia. Adapun peran Indonesia dalam Action Plan ASOD yaitu dalam working group onāAlternative Developmentā (AD), fungsinya antara lain merekomendasikan agar program AD yang berkelanjutan difokuskan juga pada tanaman pengganti ganja, bukan hanya pengganti opium; memperbanyak penelitian ataupun kegiatan yang bernilai ekonomi; melakukan pendekatan menyeluruh untuk memperbaiki infrastruktur, pendidikan, kesehatan, kredit usaha kecil, dan pelayanan sosial untuk mengentaskan kemiskinan serta perlunya komitmen politis untuk kesinambungan AD, pemasaran produk dan pertukaran pengalaman.
Kata Kunci: Indonesia, Narkoba, ASOD.
Luth Aryo Mahesha - Personal Name
210000168 - Luth Aryo Mahesha
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2017
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...