Kerjasama Indonesia-Korea Selatan Dalam Pengembangan Sektor Pertahanan (Studi Analisis: Program Pengembangan Pesawat Tempur KF-X/IF-X)
Abstrak
Perkembangan teknologi pertahanan di negara-negara maju pada abad ke-21 menunjukan percepatan yang sangat tinggi, begitu juga dengan tingkat ancaman terhadap sebuah negara yang semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi pertahanan tersebut. Terkait dengan hal itu, Indonesia dan Korea Selatan sebagai aktor negara melakukan kerjasama dalam program pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X sebagai salah satu upaya pengembangan dalam sektor teknologi pertahanan untuk dapat menangkal potensi ancaman di masa mendatang serta meningkatkan kemandirian pertahanan kedua negara. Dalam skripsi ini akan dijabarkan tinjauan historis dari kerjasama Indonesia-Korea Selatan, kepentingan nasional kedua negara, spesifikasi teknis KF-X/IF-X, serta menganalisa perkembangan kerjasama program pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X yang dimulai melalui penandatanganan MoU oleh kedua negara pada tahun 2010 hingga dimulainya pengembangan tahap EMD pada tahun 2015.
Berdasarkan penjabaran tersebut penulis menemukan hasil bahwa dalam kerjasama ini Indonesia dan Korea Selatan ingin mengembangkan pesawat tempur generasi 4.5 yang diyakini akan memiliki kapabilitas lebih mumpuni jika dibandingkan dengan pesawat tempur generasi 4 yang dimiliki oleh kedua negara saat ini, kemudian kerjasama ini juga terkait dengan kepentingan nasional Indonesia untuk meningkatkan kemandirian industri pertahanan yang terkait dengan kebijakan MEF serta kepentingan nasional Korea Selatan untuk mengejar kapabilitas produksi persenjataan yang mutakhir tidak hanya untuk menangkal kekuatan militer dari Korea Utara dan Tiongkok, tetapi juga untuk memposisikan Korea Selatan sebagai pemain utama dalam industri militer di tingkat regional. Namun dalam proses kerjasama ini kedua negara memiliki beberapa hambatan yaitu diantaranya adalah adanya penundaan pada tahapan pengembangan di tahun 2013 oleh Korea Selatan serta permasalahan pada upaya transfer teknologi dari Amerika Serikat di tahun 2015 yang dapat mengancam keberlangsungan dari kerjasama program pengembangan pesawat tempur ini.
Kata Kunci : Indonesia, Korea Selatan, Kerjasama, Pesawat Tempur, KF X/IF-X
Daftar Pustaka : 19 Buku, 22 Jurnal, 60 Laman Situs, 10 Dokumen Laman
Perkembangan teknologi pertahanan di negara-negara maju pada abad ke-21 menunjukan percepatan yang sangat tinggi, begitu juga dengan tingkat ancaman terhadap sebuah negara yang semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi pertahanan tersebut. Terkait dengan hal itu, Indonesia dan Korea Selatan sebagai aktor negara melakukan kerjasama dalam program pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X sebagai salah satu upaya pengembangan dalam sektor teknologi pertahanan untuk dapat menangkal potensi ancaman di masa mendatang serta meningkatkan kemandirian pertahanan kedua negara. Dalam skripsi ini akan dijabarkan tinjauan historis dari kerjasama Indonesia-Korea Selatan, kepentingan nasional kedua negara, spesifikasi teknis KF-X/IF-X, serta menganalisa perkembangan kerjasama program pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X yang dimulai melalui penandatanganan MoU oleh kedua negara pada tahun 2010 hingga dimulainya pengembangan tahap EMD pada tahun 2015.
Berdasarkan penjabaran tersebut penulis menemukan hasil bahwa dalam kerjasama ini Indonesia dan Korea Selatan ingin mengembangkan pesawat tempur generasi 4.5 yang diyakini akan memiliki kapabilitas lebih mumpuni jika dibandingkan dengan pesawat tempur generasi 4 yang dimiliki oleh kedua negara saat ini, kemudian kerjasama ini juga terkait dengan kepentingan nasional Indonesia untuk meningkatkan kemandirian industri pertahanan yang terkait dengan kebijakan MEF serta kepentingan nasional Korea Selatan untuk mengejar kapabilitas produksi persenjataan yang mutakhir tidak hanya untuk menangkal kekuatan militer dari Korea Utara dan Tiongkok, tetapi juga untuk memposisikan Korea Selatan sebagai pemain utama dalam industri militer di tingkat regional. Namun dalam proses kerjasama ini kedua negara memiliki beberapa hambatan yaitu diantaranya adalah adanya penundaan pada tahapan pengembangan di tahun 2013 oleh Korea Selatan serta permasalahan pada upaya transfer teknologi dari Amerika Serikat di tahun 2015 yang dapat mengancam keberlangsungan dari kerjasama program pengembangan pesawat tempur ini.
Kata Kunci : Indonesia, Korea Selatan, Kerjasama, Pesawat Tempur, KF X/IF-X
Daftar Pustaka : 19 Buku, 22 Jurnal, 60 Laman Situs, 10 Dokumen Laman
Irfin Nur Rayadi Anggawiria - Personal Name
113105040 - Irfin Nur Rayadi Anggawiria
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2017
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...