Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Implementasi Kebijakan Luar Negri Perancis Dalam Memerangi ISIS di Irak dan Suriah (2014-2017)

Abstrak

Sejak tahun 2014, ISIS dianggap sebagai organisasi teroris yang paling berbahaya. ISIS mampu merebut kota-kota kecil di Irak dan memanfaatkan konflik yang terjadi di Suriah sebagai basis ekspansi wilayahnya. Kemampuan ISIS untuk menggempur dan menguasai kota-kota di Irak dan Suriah serta kepemilikan pasukan asing dianggap oleh komunitas internasional sebagai ancaman serius bagi upaya perdamaian di Timur Tengah dan keamanan dunia. Hal tersebut juga dikhawatirkan berdampak pada meningkatnya gelombang arus pengungsi ke wilayah Eropa yang dapat dimanfaatkan ISIS untuk melakukan aksi terror. Oleh karena itu sejak tahun 2014, komunitas internasional membentuk sebuah koalisi multilateral untuk memerangi ISIS di Irak dan Suriah dan wilayah manapun yang berpotensi terancam oleh gerakan ISIS. Ditahun 2014, Perancis di bawah kepemimpinan Francois Hollande mencetuskan sebuah kebijakan luar negeri untuk melakukan intervensi militer di wilayah Irak dan kemudian di Suriah pada tahun 2015. Kebijakan tersebut menandakan komitmen Perancis yang sangat serius untuk memerangi ISIS dan hal ini menjadikan Perancis sebagai negara Eropa pertama yang mengambil langkah intervensi militer untuk menjawab persoalan tersebut. Pasalnya, intervensi militer merupakan sebuah kebijakan yang cukup sensitif dalam sistem internasional yang menganut prinsip non-intervention. Hal ini membuktikan bagaimana isu terorisme dapat berkembang secara signifikan bagi keamanan negara. Faktor keamanan memang menjadi alasan yang sangat sempurna bagi Perancis. Sebabnya, dari data temuan, terdapat sekitar 1700-2500 pasukan asing ISIS berasal dan memiliki status kewarganegaraan Perancis. Selain daripada alasan keamanan, penelitian ini memperlihatkan bagaimana intervensi militer dapat dilihat sebagai fokus pergeseran pola kebijakan luar negeri Perancis untuk menjawab persoalan terorisme yang sedang berkembang. Dengan begitu, penelitian ini menyimpulkan bahwa kemunculan ISIS merupakan momentum bagi Perancis untuk kemudian melakukan intervensi militer demi mengamankan kepentingan nasionalnya.

Kata Kunci : Kebijakan Luar Negeri Perancis, Intervensi Militer, Terrorisme, Kepentingan Nasional
Sumber : 27 Buku + 9 Jurnal + 46 website + 7 dokumen lain
Andi Muh. Rezky Ichlas - Personal Name
114105112 - Andi Muh. Rezky Ichlas
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2017
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...