Rumah Kaca
Tetralogi ini dibagi dalam format empat buku, pembagian ini bisa juga kita artikan sebagai pembelahan pergerakan yang hadir dalam beberapa periode. Dan roman keempat, Rumah Kaca, memperlihatkan usaha kolonial memukul semua kegiatan kaum pergerakan dalam sebuah operasi pengarsipan yang rapi. Arsip adalah mata radar Hindia yang ditaruh di mana-mana untuk merekam apa pun yang digiatkan aktivis pergerakan itu, Pram dengan cerdas mengistilahkan politik arsip itu sebagai kegiatan per-rumahkacaa-an.
Novel besar berbahasa Indonesia yang menguras energi pengarangnya untuk menamilkan embrio Indonesia dalam ragangan negeri kolonial. Sebuah karya pasakolonial paling bergengsi.
Novel besar berbahasa Indonesia yang menguras energi pengarangnya untuk menamilkan embrio Indonesia dalam ragangan negeri kolonial. Sebuah karya pasakolonial paling bergengsi.
Toer, Pramoedya Ananta - Personal Name
899.22132 TOE r
979-97312-6-7
899.22132
Printed Book
Indonesia
Lentera Dipantara
2006
Jakarta
x + 646 hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...