Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Peranan New Media Terhadap Perubahan Pola Radikalisasi Terorisme di Indonesia

Latar Belakang dan Tujuan Penelitian:
Jumlah penggunaan internet semakin tumbuh setiap tahunnya. Setiap orang melihat fleksibilitas dari penggunaan internet, mereka melihat pada keuntungan dari penggunaan internet. Beberapa orang telah meninggalkan cara – cara analog untuk berpindah ke digital, sesimpel mereka berfikir bahwa internet dapat menjangkau setiap orang di berbagai belahan dunia, dengan kata lain, kita dapat mengatakan bahwa internet itu tanpa batas. Dan dari fakta itulah, beberapa orang menggunakan internet untuk aktivitas radikalisme, dengan menyebarkan faham radikal itu sendiri. Dan bagi para pelaku radikalisme, mereka pun sangat ter-update terhadap perkembangan sosial media, baik dari segi regulasi, fungsi sampai kepada segmentasi dari setiap sosial media. Dan dengan menggunakan berbagai macam sosial media, pelaku radikalisme berusaha menyebarkan propaganda, mengedukasi orang hingga mereka menjadi jihadis yang hebat. Metode Penelitian : Peneliti menggunakan kualitatif dengan studi kasus. Menurut Mc.Millan & Schumacher, 2003, penelitian kualitatif menggunakan investigasi untuk mengumpulkan data dengan percakapan tatap muka, dan juga memiliki interaksi dengan aktor kasus tersebut. Hasil Penelitian: Dari hasil investigasi, melalui Telegram semisal, pelaku radikalisme menggunakan produk new media untuk mengedukasi jihadis lainnya sampai mereka siap melakukan aksi teror. Mereka juga mengirimkan pesan Suriah aman, kami hidup seperti lainnya, tidak ada perang, tidak ada korban. Namun di sisi yang lain, mereka mencoba membuat propaganda seolah – olah menjadi korban dari peperangan, dengan mengirimkan gambar – gambar korban. Kesimpulan : Dampak dari penggunaan new media bagi aksi terorisme sangatlah besar, bagaimana mereka membuat propaganda, dengan menggunakan narasi yang sangat baik sehingga orang lain percaya Dan BNPT yang mewakili Pemerintah Indonesia harus menghadapi radikalisme di era digital. Mereka tidak boleh hanya berfikir narasi analog, namun mereka harus membangun narasi digital yang baik untuk menghadapi radikalisasi itu sendiri. Dna disisi yang lain, BNPT sebagai organisasi harus disebutkan dalam konstitusi yang sah. Dan berkaitan dengan deradikalisasi, BNPT harus memiliki kerjasama yang baik antar lembaga, baik pemerintah ataupun non-pemerintah

Keywords : New Media, Terrorisme, Radikalisasi, Sosial media, Jihadis
Pamungkas Patria Yudha - Personal Name
214121017 - Pamungkas Patria Yudha
TESIS PGSC
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2017
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...