Bagaimana “PAPA MINTA SAHAM” di Beritakan ( Analisis Framing Pemberitaan Rekaman Pembicaraan ketua DPR dengan Pimpinan PT Freeport di TvOne, METRO TV, KOMPASTV )
Di penghujung tahun 2015, isu tidak sedap menerpa Dewan Perwakilan Rakyat. Penyebab adalah dugaan adanya permintaan saham kepada PT Freeport Indonesia oleh politisi DPR. Isu ini memancing rasa ingin tahu publik, apalagi isu ini diperkuat oleh adanya rekaman pembicaraan antara politisi DPR tersebut, pimpinan PT Freeport Indonesia dan seorang pengusaha nasional.
Kepopuleran berita ini menarik peneliti untuk bagaimana media membingkai pemberitaan "Papa Minta Saham" Peneliti memilih Program Kabar Petang TvOne, Metro TV, dan KompasTV. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing Pan dan Kosicki. Metode ini menggunakan empat perangkat untuk menganalisa teks, yakni struktur sintaksis, struktur skrip, struktur tematik dan struktur retorik.
Hasil penelitian ini menunjukkan masing-masing stasiun TV memiliki framing yang berbeda-beda dalam memberitakan "Papa Minta Saham" Dalam pemberitaan di TvOne peneliti melihat TvOne meragukan pencatutan Presiden dan meragukan validitas bukti. Metro TV sebaliknya yakin bahwa tekah terjadi pencatutan nama Presiden dan pelakunya harus ditindak tegas. Sedangkan KompasTV sangat berhati-hati mengemas pemberitaan "Papa Minta Saham" KompasTV memberitakannya dengan berjarak dan netral
Kata Kunci : Papa Minta Saham, TvOne, Metro TV, KompasTV, Konstruksi Media, Analisis Framing
Daftar Pustaka : 37 buku, jurnal dan artikel online mulai tahun 1982 – 2016
Kepopuleran berita ini menarik peneliti untuk bagaimana media membingkai pemberitaan "Papa Minta Saham" Peneliti memilih Program Kabar Petang TvOne, Metro TV, dan KompasTV. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing Pan dan Kosicki. Metode ini menggunakan empat perangkat untuk menganalisa teks, yakni struktur sintaksis, struktur skrip, struktur tematik dan struktur retorik.
Hasil penelitian ini menunjukkan masing-masing stasiun TV memiliki framing yang berbeda-beda dalam memberitakan "Papa Minta Saham" Dalam pemberitaan di TvOne peneliti melihat TvOne meragukan pencatutan Presiden dan meragukan validitas bukti. Metro TV sebaliknya yakin bahwa tekah terjadi pencatutan nama Presiden dan pelakunya harus ditindak tegas. Sedangkan KompasTV sangat berhati-hati mengemas pemberitaan "Papa Minta Saham" KompasTV memberitakannya dengan berjarak dan netral
Kata Kunci : Papa Minta Saham, TvOne, Metro TV, KompasTV, Konstruksi Media, Analisis Framing
Daftar Pustaka : 37 buku, jurnal dan artikel online mulai tahun 1982 – 2016
Delly Rozadi Chaniago - Personal Name
214122004 - Delly Rozadi Chaniago
TESIS PGSC
Tesis PMK
Indonesia
Universitas Paramadina
2017
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...