Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Peran United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dalam Mengatasi Pengungsi Etnis Rohingya di Aceh (2009-2011)

Arus pengungsi yang terjadi dalam jumlah besar dari satu negara ke negara lain membawa dampak bagi pengungsi itu sendiri dan tentunya menjadi persoalan bagi negara yang didatangi. Kehadiran pengungsi berlatar belakang untuk mencari kehidupan yang lebih baik, baik dari aspek ekonomi, politik, dan keamanan. Salah satu pengungsi yang menjadi sorotan masyarakat internasional adalah pengungsi etnis Rohingya. Kehadiran pengungsi etnis Rohingya ke beberapa negara termasuk Indonesia dikarenakan tidak mendapat pengakuan sebagai warga negara oleh pemerintah Myanmar dan mendapat berbagai macam bentuk kekerasan serta pengungsi Rohingya mencari kehidupan yang lebih baik dari aspek ekonomi dan keamanan. Kehadiran pengungsi etnis Rohingya di Indonesia sebagai negara transit memunculkan dilema bagi Indonesia, terlebih Indonesia belum merativikasi konvensi 1951 mengenai pengungsi yang berarti Indonesia tidak berkewajiban menolong pengungsi dan menganggap mereka sebagai illegal imigran. Dalam penyelesaian pengungsi ini, peran dari aktor non negara sangat diperlukan. Skripsi ini menjelaskan peran yang dilakukan aktor non negara khusus pengungsi yaitu UNHCR dalam mengatasi pengungsi Rohingya yang berada di Aceh dalam rentang waktu 2009 sampai dengan 2011. Kemudian dalam menganalisa permasalahan ini, penulis menggunakan paradigma neoliberalisme dan teori organisasi internasional untuk mengkaji bahwa organisasi internasional merupakan aktor penting dalam hubungan internasional dan kehadiran organisasi internasional dibutuhkan oleh negara untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Dalam menjalankan perannya, UNHCR memiliki 2 kategori peran, yang pertama peran selama di Aceh yaitu inisiator, fasilitator, determinator, dan mediator. Dan yang kedua peran jangka panjang yaitu repatriasi, lokal integrasi, dan perpindahan ke negara ketiga. Keberhasilan UNHCR dalam melaksanakan perannya di Aceh dapat dilihat ketika pengungsi Rohingya ditempatkan pada negara ketiga yang bersedia menampungnya. Kemudian penulis juga menggunakan konsep pengungsi, konsep hak asasi manusia bagi pengungsi, dan konsep hambatan untuk menjelaskan hambatan internal dan eksternal UNHCR. Tentunya dalam menjalankan perannya, UNHCR seringkali mengalami hambatan dari dalam dan luar diri UNHCR. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitis serta bersumber dari bahan pustaka.

Kata Kunci: Peran, UNHCR, Pengungsi, Rohingya, Aceh.
Daftar Pustaka: 20 Buku, 22 Jurnal dan Makalah, 15 Dokumen dan Laporan, 29 Situs Internet
Filla Farasari Purwanto - Personal Name
113105085 - Filla Farasari Purwanto
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2017
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...