Etika Menurut Seyyed Hossein Nasr
Skripsi ini berjudul Etika Menurut Seyyed Hossein Nasr. Skripsi ini membahas tentang etika secara umum dalam diskursus intelektualitas Islam dan etika Nasr secara spesifik yang berkaitan dengan hubungan antara manusia, alam dan Tuhan dilihat dengan perspektif tradisi Islam. Etika Seyyed Hossein Nasr terbilang penting karena etika Nasr berdasarkan pada doktrin tradisi yang terkandung dalam setiap agama, yang bisa dibilang bersifat universal. Pada puncaknya, etika Nasr bermuara pada realisasi kesadaran diri primordial manusia, yang mana pengetahuan sakral merupakan muara dari etikanya. Dalam konteks modernisme, etika Nasr penting dikaji karena fondasi filosofis dari modernisme telah menghilangkan akar spiritualitas, sehingga manusia modern mengalami krisis eksistensial, moral, dan juga krisis lingkungan. Persoalan yang dibahas dari penelitian ini adalah bagaimana etika Seyyed Hossein Nasr memandang persoalan tersebut. Metode yang dipakai dalam penulisan skripsi ini adalah studi pustaka (library research), yaitu mengamati sumbersumber primer dan sekunder dalam bentuk buku maupun artikel dan jurnal terkait dengan etika Nasr, sedangkan pendekatan yang dipakai adalah pendekatan filosofis. Secara metafisis, manusia hidup dalam kesadaran relatif yang mana terdapat dualitas dan juga keberagaman. Oleh karena itu manusia harus kembali kepada pusat kesadaran dan keberadaannya melalui pelatihan jiwa dengan mode afirmasi kepada kebaikan dan negasi terhadap keburukan. Tujuan dari pelatihan jiwa adalah supaya jiwa siap menerima pancaran cahaya Ilahi sehingga tujuan penciptaan manusia dapat tercapai, yaitu mengenal Tuhan. Selain itu, akan diuraikan juga tentang persoalan etika lingkungan. Bahwa sebab permasalahan dari etika lingkungan adalah hilangnya aspek spiritualitas dari diri manusia, yang berakibat pada semakin terkontaminasinya jiwa manusia dengan limbah-limbah materi, sehingga manusia hanya melihat alam sebagai objek material-mekanistik tanpa dimensi kesakralan. Kesimpulan dari skripsi ini adalah bahwa manusia modern telah kehilangan hubungan transendennya dengan Tuhan dan alam. Oleh karenanya, Nasr merespon hal itu dengan menghidupkan kembali etika yang berdasarkan pada akar spiritualitas.
Kata kunci: Spiritualitas, Etika Lingkungan, Modernisme, Kesadaran, Pengetahuan diri Primordial, Tradisi Islam.
Daftar Pustaka: 33 (29 Buku, 4 Jurnal).
Kata kunci: Spiritualitas, Etika Lingkungan, Modernisme, Kesadaran, Pengetahuan diri Primordial, Tradisi Islam.
Daftar Pustaka: 33 (29 Buku, 4 Jurnal).
Novia Num’atul Arus - Personal Name
112104001 - Novia Num’atul Arus
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2017
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...