Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Konsep Kebahagiaan sebagai Terapi Kehampaan Hidup dalam Pandangan Ibn Miskawaih

Abstrak

Skripsi tentang konsep kebahagiaan sebagai terapi kehampaan hidup dalam pandangan Ibn Miskawaih merupakan bagian dari diskursus penting yang saling berhubungan antara filsafat, agama dan permasalahan hidup. Skripsi ini menggunakan pendekatan filsafat yang merefleksikan kenyataan hidup. Sementara metodologi penelitian ini memanfaatkan studi pustaka. Skripsi ini merupakan respon terhadap sebagian besar orang yang gagal memahami arti kebahagiaan. Kebahagian merupakan hal yang penting dalam kehidupan semua orang. Ada dua masalah terkait kebahagiaan. Pertama, pemahaman kebahagiaan secara teoritis. Kedua, pemahaman secara praktis yang dipengaruhi oleh kekeliruan dalam memahami kebahagiaan secara teoritis. Permasalahan kebahagiaan bagi orang-orang modern hanya memahami bahwa kebahagiaan sama halnya dengan kesenangan jasmani, pemenuhan dan kepuasan jasmani. Sebagaimana respon pada galibnya. Skripsi ini mencoba mendiskusikan beberapa pandangan orang terhadap arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Beberapa orang setuju bahwa kebahagiaan hanya pada kesenangan fisik atau setuju dengan pandangan kebahagiaan ada pada jasmani dan rohani, tetapi sebagian ada yang menolaknya. Orang-orang menolak dan menerima terhadap konsep kebahagiaan bergantung bagaimana dipahami dan didefinisikan, dengan tepat. Perbedaan atas pemahaman tersebut akan berpengaruh dalam mengambil sikap untuk menyelesaikan masalah praktis. Dalam pandangan Islam, kebahagiaan (Sa’adah) dibahas dalam kitab suci alQur’an dengan berbagai gambaran atau metafora yang disajikan dalam bentuk fisik. Sementara, kebahagiaan dalam diskursus pemikiran Islam seperti Filsafat Islam dan Tasawuf membahas konsep kebahagiaan berhubungan dengan dua hal. Kebahagiaan rohani dan jasmani. Keduanya dibahas dan dijabarkan dalam filsafat Islam secara mendalam dan mengakar. Salah satu filsuf muslim yang membahas kebahagiaan adalah Ibn Miskawaih. Dia adalah Filsuf yang ahli di bidang etika yang membahas dan menjelaskan konsep kebahagiaan baik secara teoritis maupun praktis sebagai solusi masalah kehampaan hidup. Disamping itu, Ibn Miskawaih berargumen bahwa kebahagiaan adalah tujuan akhir kebaikan tergantung pada setiap orang berusaha meraihnya. Kebaikan memiliki tujuan; baik sempurna maupun tidak sempurna. Hal itu yang akan membedakan masing-masing orang meraih kebahagiaan. Sementara, puncak kebahagiaan adalah kebahagiaan rohani. Tetapi, untuk meraih kebahagiaan rohani memerlukan kebahagiaan-kebahagiaan lain selama manusia hidup di dunia. Kebaikan adalah unsur terpenting dari kebahagiaan. Ada dua kebaikan; jasmani dan rohani. Sementara, kebajikan ada pada setiap manusia, potensi atau daya yang diberikan oleh Allah Swt. Terdapat tiga daya atau fakultas dalam diri manusia. Fakultas berpikir (al-quwwah natiqah), fakultas nafsu syahwat, dan fakultas amarah. Semua fakultas tersebut merupakan faktor dalam meraih kebaikan yang menjadi konsep kebahagiaan sebagai solusi atas kehampaan hidup.
Kata Kunci: Kebahagiaan, Kebaikan, Diskursus, Kehampaan,Terapi
Mochamad Ihwan Fawaid - Personal Name
211000013 - Mochamad Ihwan Fawaid
SKRIPSI FA
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2017
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...