Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Reklamasi Teluk Jakarta Dalam Perspektif Filsafat Moral Utilitarianisme Peter Singer ( 1946 - Sekarang )

Abstrak

Reklamasi Teluk Jakarta yang sedang dan akan dilakukan telah mengundang pro dan kontra. Pro dan kontra terkait reklamasi tersebut sejauh ini lebih kepada evaluasi menggunakan perspektif lingkungan, hukum, sosial, ekonomi dan politik. Lebih jauh dari itu, reklamasi sebagai tindakan manusia tentu bisa diukur secara radikal atau mendalam melalui perspektif etika atau filsafat moral, karena dalam tradisi filsafat, filsafat moral merupakan basis utama dari tatanan sosial, hukum, politik, sistem ekonomi dan sikap pada lingkungan. Dalam disiplin ilmu filsafat moral muncul beragam aliran. Salah satunya adalah aliran utilitarianisme. Utilitarianisme kemudian akan menjadi perspektif dalam penelitian ini untuk meninjau reklamasi. Utilitarianisme memiliki beberapa daya tarik. Yang paling menarik adalah daya tarik konsekuensialisme. Dalam paham ini, meninjau baik dan buruknya suatu tindakan selalu dilihat dari dampak atas tindakan tersebut. Reklamasi dianggap baik menurut paham utilitarianisme jika dampak dari reklamasi memenuhi utility atau bahasa sederhananya bermanfaat untuk masyarakat luas. Peter Singer yang lahir pada 6 Juli 1946, di Melbourne, Australia dikenal sebagai pemikir utilitarianisme kontemporer dan seorang filusuf etika dan politik Australia terkenal karena karyanya dalam bio-etika seperti “Animal Liberation” dan “The Expanding Circle: Ethic, Evolution and Moral Progress” dan perannya sebagai salah satu pendiri intelektual dari gerakan hak-hak hewan modern. Selain itu ia juga memiliki perhatian pada isu-isu sosial dan politik, seperti kemiskinan, kelaparan, aborsi, pengungsi. Berdasarkan penelitian soal dampak-dampak reklamasi yang Penulis himpun dari hasilhasil amdal dan penelitian lapangan terkait reklamasi Teluk Jakarta sebelumnya, reklamasi Teluk Jakarta memiliki beberapa dampak positif namun juga kegiatan reklamasi Teluk Jakarta dan keberadaan pulau-pulau buatan telah mengesampingkan preferensi 18.256 jiwa dari kelas ekonomi menengah ke bawah yang berprofesi sebagai nelayan dan pedagang ikan dan kerang yang mendapatkan dampak negatif, dan selain itu merusak lingkungan yang berdampak pada penderitaan dan kematian bagi hewan dari beragam spesies di dalam ekosistem perairan laut, ekosistem mangrove, ekosistem air payau dan ekosistem pasir pantai. Berdasarkan ini, secara moral reklamasi teluk Jakarta menurut Peter Singer adalah buruk, karena dia mengembangkan prinsip egalitarianismenya tidak hanya kepada manusia tetapi juga pada hewan karena asumsi Singer bahwa manusia memiliki kapasitas mengembangkan altruisme resiprokalnya untuk melakukan keputusan pra etis atas dampak tindakan manusia.


Kata Kunci: Filsafat Moral, Utilitarianisme, Reklamasi, Peter Singer
Daftar Pustaka: 44 (1957 s. d 2016)
Merciany Nikky Kapindo - Personal Name
208000211 - Merciany Nikky Kapindo
SKRIPSI FA
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2017
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...