Relasi Gender dan Konsep Perempuan Perspektif Ratna Megawangi
Penelitian ini mendeskripsikan sudut pandang Ratna Megawangi tentang relasi gender dan konsep perempuan. Ideologi feminis mainstream mencoba menerapkan “kesetaraan sempurna” dalam setiap aspek kehidupan manusia. Bagaimanapun, kesetaraan sempurna menciptakan kondisi yang tidak diinginkan, di mana laki-laki dan perempuan memiliki kesamaan peran, fungsi, dan kebutuhan sosial. Ideologi feminis mainstream juga tidak melihat pentingnya konsep nature sebagai dasar analisis dari individu yang mengaktualisasikan dirinya di ruang publik. Sehingga, konsekuensi alamiah tidak menjadi bahan pertimbangan dalam sikap dan setiap proses pengambilan keputusan. Dari perspektif ideologi feminis mainstream, penolakan terhadap nature laki-laki dan perempuan dibutuhkan, karena hanya dianggap sebagai konstruksi sosial dan budaya. Hal itu menjadi alasan bagi perjuangan feminis untuk mencapai kesetaraan 50:50 antara pria dan wanita dalam konteks hukum dan konstitusi. Bagaimanapun, perjuangan kesetaraan sempurna ini menciptakan masalah baru, seperti masalah psikologis, kenakalan remaja, kurangnya komitmen, masalah keluarga, tingkat perceraian tinggi
Kata Kunci: Relasi Gender, Konsep Perempuan, Ratna Megawangi, Paradigma inklusif.
Referensi: 39 antara tahun 1951-2016
Kata Kunci: Relasi Gender, Konsep Perempuan, Ratna Megawangi, Paradigma inklusif.
Referensi: 39 antara tahun 1951-2016
Tri Novita Sari - Personal Name
208000312 - Tri Novita Sari
SKRIPSI FA
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2016
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...