Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Cinta Dalam Sastra Sufistik Abdul Hadi W.M

Penjelasan Skripsi tentang Modernitas dengan segala perkembangannya, telah menjadikan masyarakat mengalami despiritualisasi dan disorientasi. Tasawuf dipandang penting untuk mengatasinya. Salah satu wadah yang dinilai memiliki kecenderungan pada ajaran-ajaran tasawuf adalah sastra sufistik yang mulai semarak dibicarakan sejak tahun 1970-an dalam diskursus kesusastraan Indonesia. Abdul Hadi W. M. adalah pelopor dan deklarator kelahirannya. Darinya tidak hanya lahir karya-karya sastra yang hanya berbentuk puisi dan kritik sastra (esai), tetapi juga terjemahan sastra sufi (puisi) seperti karya-karya Abu Yazīd al-Busthamī, Jalāluddīn Rumī, Ibnu Arabī, Fariduddīn Attār, Hamzah Fansurī, Muhammad Iqbal dan lain-lain. Karena basis utama yang mendasari penciptaan sastra sufistik adalah cinta, maka penelitian ini bermaksud untuk menelusuri gagasan konseptual cinta Abdul Hadi. Maka persoalan yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan tasawuf, sastra dan sastra sufistik Abdul Hadi? Lalu bagaimana ia memandang cinta melalui sastra sufistiknya, berikut kontribusi pemikirannya terhadap tasawuf dan dunia kontemporer? Metode yang dipakai adalah tafsīr yang dilengkapi dengan metode historis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan tasawuf Abdul Hadi dibangun melalui aspek intuisi dan rasio. Namun aspek intuisi itu berada di atas rasio. Karena itu, pemikiran sastranya pun bukan produk karya yang mimetik. Maka gagasan cintanya pada akhirnya juga terkait dengan yang intuitif (transendental) sekalipun tidak dilepaskan dari hal-hal yang bersifat sosial. Secara garis besar, pemikiran cintanya terkait dengan beberapa hal berikut ini: manusia, penciptaan semesta, wujud (tampak dan tidak tampak), cinta ilahi (al-hub al-ilāhī), cinta dalam konteks pluralitas agama dan cinta dalam konteks tanah air (negeri). Dalam hal ini, ada kontribusi positif pada dunia tasawuf yang disumbangkan Abdul Hadi yaitu: mereaktualisasikan tasawuf falsafī di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas berpegang pada ortodoksi tasawuf, merekonstruksi cara pandang keliru masyarakat terhadap tasawuf falsafī yang sempat dinilai sebagai sarang kemusyrikan, meluruskan stereotipe negatif terhadap tasawuf falsafī yang dinilai bukan spiritualitas khas Islam, dan membawa tasawuf pada ranah sosial yang sempat dinilai sebagai keruhanian mistikal-individual semata. Sementara kontribusinya terhadap dunia kontemporer antara lain: menggugah kesadaran eksistensial, membangunkan kesadaran ilahiah, mengajarkan nilai-nilai etis keislaman dan membawa agama ke dalam satu iklim dialogis.

Kata Kunci: Cinta, Sastra Sufistik, Puisi, Abdul Hadi
Daftar Pustaka: 147 (1959 s.d 2016)
Ach Fadil - Personal Name
112104002 - Ach Fadil
Skripsi PFA
Indonesia
Universitas Paramadina
2016
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...