Peran Turki dalam Kerjasama Koalisi Anti ISIS (2013-2016)
Pasca perang dingin, pengaruh aktor non negara di dalam dunia Hubungan Internasional semakin berkembang dan berpengaruh bagi aktor negara. Aktor negara tidak lagi hanya memperhatikan aktor negara lainnya, akan tetapi juga memperhatikan aktor non negara dalam merumuskan suatu kebijakan luar negerinya. Hal ini dikarenakan pasca perang dingin aktor non negara menjadi lebih tumbuh dan berpengaruh terhadap para aktor negara tersebut. Ada berbagai macam aktor non negara yang bermunculan dan memiliki pengaruh seperti NGO, MNC, atau bahkan peran individu dari seseorang. Akan tetapi dalam skripsi ini aktor non negara yang akan dibahas adalah ANSA (Armed non state actor) seperti aksi terorisme. Aksi terorisme terbukti menjadi ancaman yang sangat penting bagi beberapa aktor negara di dunia karena aksi terorisme bisa melakukan serangan terhadap suatu aktor negara kapan saja dan dimana saja tanpa adanay tujuan yang jelas.
Ancaman dari terorisme mulai terjadi pasca perang dingin dan dimulai pada saat terjadinya serangan 9/11 di Amerika Serikat. Serangan tersebut dilakukan oleh sekelompok organisasi terorisme yang bernama Al-Qaeda yang dipimpin oleh Osama Bin Laden. Serangan ini menghancurkan Menara kembar WTC dan memakan ratusan korban jiwa. Pasca serangan 9/11 Amerika Serikat menerapkan kebijakan War on terrorism dan banyak negaranegara di dunia yang mengikuti kebijakan ini karena kekhawatirannya akan ancaman dari suatu organisasi terorisme.
Saat ini, dunia Internasional sedang disibukkan dengan munculnya organisasi terorisme yang bernama Islamic State of Iraq and Levant (ISIS). Amerika Serikat membentuk suatu koalisi yang bernama koalisi anti ISIS untuk menanggani masalah ini dengan berbagai negara lainnya. Turki sebagai salah satu dari negara anggota koalisi tersebut memiliki peran cukup besar jika dibandingkan dengan negara lainnya, dikarenakam letak geografis dari Turki yang cukup berdekatan dengan wilayah kekuasaan ISIS.
Kata Kunci: Terorisme, War on Terrorism, Turki, Koalisi
Ancaman dari terorisme mulai terjadi pasca perang dingin dan dimulai pada saat terjadinya serangan 9/11 di Amerika Serikat. Serangan tersebut dilakukan oleh sekelompok organisasi terorisme yang bernama Al-Qaeda yang dipimpin oleh Osama Bin Laden. Serangan ini menghancurkan Menara kembar WTC dan memakan ratusan korban jiwa. Pasca serangan 9/11 Amerika Serikat menerapkan kebijakan War on terrorism dan banyak negaranegara di dunia yang mengikuti kebijakan ini karena kekhawatirannya akan ancaman dari suatu organisasi terorisme.
Saat ini, dunia Internasional sedang disibukkan dengan munculnya organisasi terorisme yang bernama Islamic State of Iraq and Levant (ISIS). Amerika Serikat membentuk suatu koalisi yang bernama koalisi anti ISIS untuk menanggani masalah ini dengan berbagai negara lainnya. Turki sebagai salah satu dari negara anggota koalisi tersebut memiliki peran cukup besar jika dibandingkan dengan negara lainnya, dikarenakam letak geografis dari Turki yang cukup berdekatan dengan wilayah kekuasaan ISIS.
Kata Kunci: Terorisme, War on Terrorism, Turki, Koalisi
Gamal Abdul Gawad Sayed - Personal Name
210000320 - Gamal Abdul Gawad Sayed
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2016
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...