Representasi Nilai Feminisme Revaloris dalam Film 'The Theory of Everything‘
Skripsi ini membahas mengenai tanda-tanda yang merepresentasikan nilai feminisme revaloris dalam film The Theory of Everything‘ dengan menggunakan metodologi kualitatif. Pada sebuah film, yang menjadi tanda adalah unsur-unsur sinematiknya, diantaranya mise-enscene dan sinematografi. Tanda tersebut dianalisis menggunakan sepuluh kategori tanda dalam semiotika Charles Peirce. Sepuluh kategori tanda tersebut dihasilkan dari relasi triadik antara representamen, objek, dan interpretan dalam proses semiosis Peirce. Perpaduan subsub jenis dari masing-masing proses semiosis tersebut memungkinkan suatu tanda menghasilkan interpretasi yang berbeda, xbergantung pada konteks dimana tanda itu dibahas. Dalam penelitian ini, konteks yang dibahas adalah feminisme revaloris. Feminisme revaloris merupakan salah satu aliran feminisme yang dikemukakan oleh Julia T. Wood. Aliran feminisme ini menjadikan peran tradisional perempuan dan nilai feminin sebagai nilai utamanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 (lima belas) scene yang dipilih menjadi unit analisis menunjukkan 96 tanda yang merepresentasikan nilai feminisme revaloris. Representasi peran tradisional perempuan yang paling dominan muncul dalam film The Theory of Everything adalah peran sebagai istri yang mengurus kepentingan domestik atau keluarga serta peran perempuan yang menekuni bidang seni dan sastra. Representasi nilai feminin yang banyak ditemukan pada tokoh Jane adalah nilai kasih sayang, mengayomi (nurturing), empati, dan peduli. Kategori tanda yang menunjukkan peran tradisional perempuan paling dominan adalah rhematic iconic qualisign dan argument. Tanda tersebut umumnya muncul dalam beberapa bagian mise-en-scene yakni staging atau pergerakan pemain, gerak tubuh, mimik wajah, dan dialog maupun intonasi suara. Jenis tanda dicent indexical legisign juga banyak muncul diantaranya terdapat pada teknik pengambilan gambar, tata cahaya yang didominasi warna kekuningan, dan pergerakan kamera juga mendukung tampilan feminin dalam film. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa selain mise-en-scene yang menunjukkan representasi nilai feminisme revaloris berupa peran tradisional perempuan dan nilai feminin, sinematografi film juga menunjukkan kecendrungan sineas untuk menyajikan film 'The Theory of Everything‘ dengan nuansa feminin.
Kata Kunci: Representasi, Feminisme, Feminisme Revaloris, Peran Tradisional Perempuan, Semiotika Peirce
Daftar Pustaka: 2 Film (2003-2015), 41 buku (1992-2014), 2 jurnal (2008-2011), 14 artikel situs web (2011-2015), 1 naskah (2012)
Kata Kunci: Representasi, Feminisme, Feminisme Revaloris, Peran Tradisional Perempuan, Semiotika Peirce
Daftar Pustaka: 2 Film (2003-2015), 41 buku (1992-2014), 2 jurnal (2008-2011), 14 artikel situs web (2011-2015), 1 naskah (2012)
Aulia Rachmawati - Personal Name
114106118 - Aulia Rachmawati
Skripsi PIK
Indonesia
Universitas Paramadina
2016
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...