Advanced Search

  • SEARCHING...
  • SEARCHING...

Detail Record


XML

Pengaruh Personal Branding Justin Bieber Pasca Kasus Driving Under The Influence (DUI) Terhadap Loyalitas Penggemarnya

Personal branding adalah alat penting dalam pembentukan seorang public figure karena akan menjadi sebuah senjata bagi mereka untuk mendapatkan loyalitas penggemarnya. Dalam penelitian ini membahas tentang pengaruh personal branding yang dimiliki Justin Bieber setelah ia terlibat dengan kasus driving under the influence atau biasa disingkat sebagai DUI yaitu kejahatan dalam berkendara pada saat keadaan mabuk atau terpengaruh obat obatan terlarang, pada tahun 2014 yang lalu Justin Bieber ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara hanya dalam waktu 1 hari setelah ia mengeluarkan uang tebusan, semenjak kasus itu Justin Bieber banyak menerima hujatan, di bully di media sosial, memiliki haters yang banyak karena dianggap sebagai remaja berandalan. Tujuan dari penelitian ini adalah agar pengetahui loyalitas penggemar Justin Bieber pasca kasus tersebut, metode penelitian ini menggunakan metode survei yang peneliti sebarkan pada 82 responden murid murid kelas 1,2, dan 3 SMA Al-Izhar Pondok Labu Jakarta Selatan. Peneliti menggunakan metode survei karena membutuhkan respon yang banyak agar penelitian ini lebih maksimal. peneliti dapat menyimpulkan semua bahwa aspek yang tidak berpengaruh pada loyalitas responden adalah penampilan, suara, dan bahasa tubuh Justin Bieber karena responden merasa hal-hal tersebut kurang dipedulikan bahkan responden tidak menyadari perubahan pada aspek-aspek tersebut, responden lebih memperhatikan aspek mendengarkan, pesan verbal, pengaruh kehadiran, dan perluasan citra merek karena sebagai penggemar mereka simpatik pada cara Justin Bieber berusaha berkomunikasi dengan mereka (aspek mendengarkan), kata-kata sehari-hari yang diucapkan Justin menjadi sebuah trend (aspek pesan verbal) kehadiran Justin membuat mereka senang (pengaruh kehadiran) dan citra merek Justin Bieber saat ini meningkat setelah kasus DUI membuat mereka lebih respect terhadap karir dan musiknya. Pada hasil korelasi antar personal branding Justin Bieber dengan loyalitas penggemarnya, ditunjukkan hasil yang positif, semakin baik personal branding Justin Bieber maka semakin tinggi pula loyalitas penggemarnya. Menurut nilai pearson correlation menunjukkan angka sebesar 0,729, artinya tingkat korelasi antar dua variabel tersebut tinggi. Dapat disimpulkan bahwa personal branding Justin Bieber pasca kasus DUI kurang berpengaruh pada loyalitas responden, tetapi di satu sisi lain loyalitas penggemarnya akan naik terus jika suatu hari Justin Bieber meningkatkan personal branding-nya, masalah dari personal branding Justin saat ini adalah kurang diperhatikan responden, sehingga responden enggan untuk mengikutinya. Untuk meningkatkan personal branding-nya, Justin harus memilki karakter yang lebih unik sehingga responden dapat membedakan dirinya dengan selebriti-selebriti lain. Dalam penelitian ini, DUI yang dialami Justin Bieber membuat dirinya lebih terkenal, popularitasnya meningkat karena meningkatkan karirnya, sehingga kasus tersebut bisa jadi “tolak ukur” karirnya, namun loyalitas mereka tidak berubah setelah personal branding yang dia ubah pasca kasus DUI.

Kata Kunci: Personal Branding, Justin Bieber, Loyalitas Penggemar.
Jumlah Literatir: 32 buku, 17 website, dan 3 majalah
Emiria Nadira - Personal Name
112106020 - Emiria Nadira
Skripsi PIK
Indonesia
Universitas Paramadina
2016
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...