Implementasi Kebijakan Nasionalisasi Saham Asing Spanyol TdE (Transportadora de Electricidad ) di Bolivia pada Era Kepemimpinan Presiden Evo Morales (2006-2012)
Amerika latin merupakan kawasan yang unik dalam hal bangsa-negara maupun perkembangan pergerakannya pemimpinnya dimasa kolonial seperti Simon Bolivar dan sampai pada era modern muncul pemimpin-pemimpin seperti Fidel Castro, Hugo Chavez dan Evo Morales. Banyaknya ideologi serta pandangan politik yang dipengaruhi oleh gelombang globalisasi membuat para pemimpin negara-negara di Amerika Latin lebih memilih neososialisme sebagai alternatif dari sekian banyak ideologi yang ditawarkan melalui penyebaran sistem dan ideologi dunia di Amerika Latin seperti sistem demokrasi, liberalisme, neoliberalisme dan ideologi-ideologi lainnya yang menjanjikan perubahan. Namun, dengan munculnya faktor-faktor penyebaran paham secara reflektif di antara pemimpin Amerika Latin memilih semangat bernegara berdasarkan sistem sosialisme sebagai pandangan politk dalam menghadapi arus politik internasional, sehingga hal ini memberikan sebuah pandangan bahwa pengaruh hegemoni seperti liberalisme dan neoliberalisme cukup mendapatkan respon negatif di beberapa negara dikawasan Amerika Latin hal tersebut dikarenakan munculnya karakter-karakter kepemimpinan di beberapa negara Latin yang memiliki jiwa anti kapitalisme. Pada ranah politis terdapat juga ke beberapa corak neoliberalisme hal ini muncul akibat pengaruh dari globalisasi dimana muncul aktor -aktor lain selain negara melalui bentuk perusahaanMNCMulti National Corporation yang terkadang dimanaMNC sebagai salah satu aktor dalam lingkup HI ikut aktif dalam membangun pasar serta pengeksploitasian di negara lain seperti halnya di Bolivia, MNC sebagai contoh kasus TdE (Transportadora de Electricidad) dapat menyaingi legitimasi dan peran an negara di dalam memiliki dan mengendalikan suatu sumber daya alam listrik dalam teritori wilayah negara, melalui penanaman modal atau investasi yang dilakukan oleh perusahaan Spanyol Red Electrica Internacional.
Tindakan nasionalisasi atas perusahaan asing dapat dipandang sebagai kegiatan mengelola kembali saham dalam negeri terhadap investasi antar negara dengan aktor lain di luar negara dapat bersinggungan dengan negara lain ataupun berwujud sebagai Multi National CorporationMNC di dalamnya, hal tersebut antara nasionalisasi dan investasi adalah variabel yang saling bertentangan. Pada variabel kegiatan investasi para investor memerlukan adanya kepastian hukum demi ketenangan untuk berusaha mengelola sumber-sumber yang ada pada lahan yang di beli ataupun di sewa dengan proses hukum yang ada dan berjalan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan keputusan dari hasil negosiasi saham dalam suatu Negara. Namun kegiatan privatisasi saham tersebut, di lain pihak negara penerima modal mendapatkan hak untuk mengambil alih kembali saham yang dengan dalih adanya kesenjangan ekonomi, dan alasan politis lainnya dapat melakukan tindakan nasionalisasi terhadap perusahaan asing di negaranya. Hal ini menjadi problematika seputar kegiatan investasi di suatu negara berkembang, khususnya
vii di Amerika Latin. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan Evo Morales Presiden Bolivia, berkaitan dengan nasionalisasi perusahaan asing, menjadi perdebatan apakah hal ini nantinya akan menghambat arus investasi ke negara penerima modal asing atau justru dapat menjadi regulator dalam penetapan keuntungan dari hasil pengelolaan energi di Bolivia yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakatnya.
Key Words: Nasionalisasi, TdE Transportadora de Electricidad, Bolivia Government “Evo Morales”, MNC Red electrica Internacional.
Tindakan nasionalisasi atas perusahaan asing dapat dipandang sebagai kegiatan mengelola kembali saham dalam negeri terhadap investasi antar negara dengan aktor lain di luar negara dapat bersinggungan dengan negara lain ataupun berwujud sebagai Multi National CorporationMNC di dalamnya, hal tersebut antara nasionalisasi dan investasi adalah variabel yang saling bertentangan. Pada variabel kegiatan investasi para investor memerlukan adanya kepastian hukum demi ketenangan untuk berusaha mengelola sumber-sumber yang ada pada lahan yang di beli ataupun di sewa dengan proses hukum yang ada dan berjalan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan keputusan dari hasil negosiasi saham dalam suatu Negara. Namun kegiatan privatisasi saham tersebut, di lain pihak negara penerima modal mendapatkan hak untuk mengambil alih kembali saham yang dengan dalih adanya kesenjangan ekonomi, dan alasan politis lainnya dapat melakukan tindakan nasionalisasi terhadap perusahaan asing di negaranya. Hal ini menjadi problematika seputar kegiatan investasi di suatu negara berkembang, khususnya
vii di Amerika Latin. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan Evo Morales Presiden Bolivia, berkaitan dengan nasionalisasi perusahaan asing, menjadi perdebatan apakah hal ini nantinya akan menghambat arus investasi ke negara penerima modal asing atau justru dapat menjadi regulator dalam penetapan keuntungan dari hasil pengelolaan energi di Bolivia yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakatnya.
Key Words: Nasionalisasi, TdE Transportadora de Electricidad, Bolivia Government “Evo Morales”, MNC Red electrica Internacional.
Muhamad Agung Prabowo - Personal Name
210000183 - Muhamad Agung Prabowo
SKRIPSI HI
Skripsi PHI
Indonesia
Universitas Paramadina
2014
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...